BERAU TERKINI – PSG berhasil mempertahankan gelar juara Champions League usai mengalahkan Arsenal di final.

Final Champions League PSG vs Arsenal berlangsung sengit. Kedua tim bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu.

Sepanjang permainan, PSG berhasil mendominasi laga. Bahkan jumlah passing PSG jauh mengungguli Arsenal.

Yakni 847 passing berbanding 311 dengan tingkat akurasi passing PSG mencapai 93 persen dan ball possession di angka 72 persen.

PSG baru keluar sebagai juara usai menang di babak adu penalti, skor akhir 4-3 untuk kemenangan PSG.

Selebrasi pemain PSG usai menang di Final Champions League melawan Arsenal (X/@PSG_inside)
Selebrasi pemain PSG usai menang di Final Champions League melawan Arsenal (X/@PSG_inside)

Kemenangan ini membuat PSG berhasil mempertahankan gelar juaranya.

Di musim sebelumnya, PSG menjadi juara usai mengalahkan Inter Milan di final.

Di balik kesuksesan PSG ada nama Luis Enrique sebagai juru taktik. Luis Enrique dengan percaya diri memainkan strategi jitunya.

Dia mengganti sejumlah pemain penting PSG di babak perpanjangan waktu.

Walhasil nama-nama seperti Vitinha, Ousmane Dembele hingga Khvicha Kvaratskhelia tak ambil bagian saat adu penalti.

Hanya ada Achraf Hakimi dan Desire Doue yang bertahan hingga babak adu penalti.

Selebrasi pemain PSG usai menang babak adu penalti di Final Champions League melawan Arsenal (X/@PSG_inside)
Selebrasi pemain PSG usai menang babak adu penalti di Final Champions League melawan Arsenal (X/@PSG_inside)

Keduanya juga sukses menundukan gawang Arsenal yang dijaga David Raya.

Pahlawan PSG justru pemain cadangan yang memiliki kondisi fisik yang fit di saat babak adu penalti. Mereka adalah Goncalo Ramos hingga Lucas Beraldo.

Strategi itu terbukti jitu, para algojo PSG tampak tidak ragu saat mengambil tendangan penalti.

PSG pun berhasil meraih gelar juara Champions League untuk kedua kalinya dalam sejarah.

Gelar itu juga merupakan gelar Champions League ketiga bagi Luis Enrique sepanjang karier kepelatihannya.