BERAU TERKINI – Salad buah mungkin terlihat sebagai bisnis sederhana. Namun, bagi Indah Puji Rahayu, usaha yang bermula dari dapur rumah sejak 2019 itu perlahan berkembang menjadi usaha yang menghasilkan.
Mengusung nama Salad Dogan, Indah kini tidak hanya fokus pada penjualan produk, tetapi juga mulai memperkuat pondasi usahanya melalui legalitas dan kelembagaan.
Salad Dogan telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) serta sertifikasi halal MUI.
Indah juga bergabung dalam Koperasi Bina Bersama yang berada di bawah pembinaan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau.
Bagi Indah, kelengkapan legalitas menjadi bagian penting dalam perjalanan UMKM agar tidak berhenti hanya sebagai usaha rumahan.

“Legalitas usaha sudah ada, NIB dan halal MUI juga sudah. Kami juga ikut Koperasi Bina Bersama yang dinaungi Diskoperindag,” ujarnya kepada Berauterkini.
Perjalanan Salad Dogan sendiri bermula ketika Indah pindah ke Kabupaten Berau pada 2019.
Melihat kondisi cuaca Berau yang panas, ia kemudian mencari produk makanan yang dianggap cocok dikonsumsi masyarakat dalam kondisi tersebut.
Dengan modal awal hanya sekitar Rp100 ribu, Indah mulai membuat salad buah dari rumah.
Bahan-bahan seperti melon, apel, pir, jeruk, anggur, mayones, susu kental manis hingga keju menjadi modal awalnya berjualan.
“Kalau dulu, penjual salad buah di Berau masih sedikit. Kondisi itu menjadi peluang saya untuk memperkenalkan produk secara lebih konsisten,” terangnya.
Dari usaha kecil tersebut, Salad Dogan kemudian berkembang. Kini Indah telah memiliki toko offline di Jalan Pulau Semama Nomor 1, Kecamatan Tanjung Redeb, sekaligus memasarkan produknya melalui media sosial Instagram dan TikTok.
Produk yang ditawarkan pun semakin beragam. Tidak hanya salad buah, Salad Dogan juga menyediakan salad jelly, aneka dessert, puding hingga minuman dingin.
“Kalau harga mulai dari Rp5 ribu untuk ukuran snack box hingga Rp175 ribu untuk produk hampers,” tuturnya.
Nama Salad Dogan sendiri diambil dari bahasa Turki yang berarti “muda”.
Nama tersebut dipilih sebagai representasi semangat untuk terus berkembang dan menjaga energi positif di dalam tim maupun bagi pelanggan.
Meski telah berkembang, Indah mengaku masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah ketersediaan bahan baku.
Sebagian besar buah yang digunakan harus didatangkan dari luar Berau. Kondisi tersebut membuat harga bahan baku cukup fluktuatif, ditambah waktu pengiriman yang terkadang mengalami keterlambatan.
Di sisi lain, pemasaran digital juga masih menjadi pekerjaan rumah bagi Salad Dogan.
Keterbatasan tim digital marketing membuat potensi penjualan melalui kanal online belum sepenuhnya maksimal.
Meski demikian, Indah melihat berbagai kendala tersebut sebagai bagian dari proses membangun usaha.
Baginya, perkembangan UMKM tidak hanya ditentukan dari seberapa besar omzet yang diperoleh, tetapi juga bagaimana pelaku usaha mulai membangun bisnis secara lebih tertata, memiliki legalitas, memperluas jaringan dan berani masuk ke dalam ekosistem kelembagaan.
“Harapannya ke depan Salad Dogan dapat terus berkembang, memperkuat pemasaran digital, dan bisa membuka peluang yang lebih luas bagi tim yang terlibat di dalam usaha,” tutupnya. (*/Adv)
