BERAU TERKINI – Di balik hamparan persawahan hijau di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, berdiri sebuah infrastruktur penting bagi masyarakat Kabupaten Berau bernama Bendungan Labanan.
Selain berfungsi utama sebagai penopang irigasi pertanian, kawasan ini menyuguhkan panorama alam yang memikat hati.
Tak heran jika Bendungan Labanan kini mulai dikenal luas sebagai destinasi wisata alternatif yang ramah di kantong dan layak dikunjungi.
Tidak hanya menjadi motor penggerak sektor pertanian, Bendungan Labanan juga menawarkan atmosfer pedesaan yang tenang dan asri.

Hamparan air telaga yang luas berpadu ciamik dengan hijaunya petak sawah serta rimbunnya pepohonan di sekeliling kawasan.
Pada pagi hari, kawasan ini diselimuti udara segar dengan lanskap matahari terbit (sunrise) yang perlahan muncul dari balik perbukitan.
Sementara saat sore hari, pantulan cahaya senja di permukaan air menciptakan pemandangan sunset yang memanjakan mata.
Kawasan ini kerap dimanfaatkan masyarakat sebagai lokasi rekreasi keluarga, olahraga ringan, hingga sesi fotografi.
Potensi ekowisata Bendungan Labanan dinilai masih sangat besar untuk dikembangkan lebih lanjut oleh pemerintah daerah maupun pihak kampung.
Penambahan fasilitas penunjang—seperti gazebo santai, spot foto ikonik, tempat duduk terpadu, area kuliner, hingga penataan kantong parkir—diyakini mampu meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga lokal.

Bendungan Labanan tidak hanya menghidupi bulir-bulir padi di sawah, tetapi juga menyimpan harapan besar bagi kemajuan pariwisata daerah.
Kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian alam menjadi kunci utama agar destinasi ini tetap asri dan berkelanjutan.
Lokasinya yang tidak jauh dari pusat kota, Tanjung Redeb, membuat Bendungan Labanan sangat mudah dijangkau.
Perjalanan menuju lokasi dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan kondisi jalan yang sudah relatif mulus.
Menariknya, pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk alias gratis.
Meski demikian, fasilitas di lokasi saat ini masih terbilang sederhana.
Di sekitar kawasan baru tersedia lapak penjual makanan atau minuman ringan, sementara sarana toilet umum belum tersedia.
Oleh karena itu, pengunjung disarankan mengantisipasi kebutuhan pribadi sebelum berkunjung. (M/BT/SLZ)
