BERAU TERKINI – Keputusan FIFA yang menangguhkan kartu merah Folarin Balogun mendapat sorotan tajam.
FIFA kembali mengeluarkan keputusan kontroversial di Piala Dunia 2026 kali ini.
Jelang laga Amerika Serikat vs Belgia, FIFA memutuskan untuk menangguhkan kartu merah Folarin Balogun.
Padahal Folarin Balogun diketahui mendapat sanksi larangan bermain usai melanggar pemain Bosnia di babak 32 besar lalu.
Kini FIFA malah mengeluarkan keputusan kontroversial dan menangguhkan kartu merah, dengan demikian Folarin Balogun berpeluang bermain di laga melawan Belgia.
Keputusan FIFA itu dikeluarkan lantaran mendapatkan lobi dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

FIFA disebut kerap melakukan standar ganda ketika dihadapkan pada Amerika Serikat.
Jika FIFA bisa mengakomodasi keinginan pejabat Amerika Serikat, lain halnya dengan keinginan Timnas Iran.
Diketahui nasib Timnas Iran cukup miris di gelaran Piala Dunia 2026.
Mulai dari beberapa pemain dan pelatih yang gagal mendapatkan visa hingga penolakan akomodasi Iran di Amerika Serikat.
Hanya Iran tim yang memilih base camp di Meksiko meski lebih banyak bermain di Amerika Serikat dalam babak grup.

Hal itu terjadi lantaran Amerika Serikat enggan memberikan kepastian keamanan bagi Timnas Iran.
Saat itu FIFA berdalih tidak bisa mengintervensi kebijakan imigrasi suatu negara.
Selain itu, standar ganda juga diterapkan FIFA saat wasil asal Somalia yakni Omar Artan dilarang masuk ke Amerika Serikat.
Dalam keterangan resminya, Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut, FIFA tidak bisa mengatur kebijakan imigrasi Amerika Serikat.
Berbagai keputusan kontroversial dan standar ganda yang diterapkan FIFA membuat sejumlah kalangan menilai Piala Dunia 2026 adalah Piala Dunia terburuk sepanjang sejarah.
