BERAU TERKINI — Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengingatkan setiap sekolah untuk mematangkan seluruh kesiapan teknis Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Juni 2026 ini diketahui sudah memasuki bulan penerimaan untuk calon siswa di tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Dalam penerapan sistem tahun ini, Gamalis tidak ingin muncul kembali masalah klasik yang kerap memicu perselisihan antara orang tua siswa dan sekolah dalam memanfaatkan sistem SPMB.
“Karena ini penting untuk disosialisasikan ke orang tua, pihak sekolah harus tenang dan sabar,” kata Gamalis kepada Berauterkini, Rabu (3/6/2026).
Berdasarkan kalkulasi pada penerimaan tahun ini, seluruh sekolah di Berau tercatat memiliki daya tampung mencapai 8 ribu siswa baru.
Sementara itu, rata-rata tingkat keterisian pendaftaran diproyeksikan akan mencapai angka 7 ribu siswa baru.
Kuota tersebut nantinya dapat diakses secara terbuka oleh para calon siswa melalui beberapa opsi yang tersedia, yakni lewat jalur domisili, afirmasi, prestasi, serta jalur mutasi perpindahan orang tua.
“Sosialisasi yang sudah dilakukan oleh Disdik Berau dapat dijadikan pedoman untuk penerimaan tahun ini,” ujar Gamalis.
Ia menegaskan tidak ingin lagi mendengar adanya laporan terkait kasus calon siswa yang terpaksa putus sekolah hanya gara-gara terganjal urusan administrasi.
Sebab, pemutakhiran program penerimaan terpadu ini harus bisa menjadi solusi dalam menghadirkan sistem penerimaan yang jauh lebih terbuka, transparan, serta mudah diakses oleh siapapun warga yang mendaftar.
“Jangan sampai memberatkan dan mempersulit orang mendaftar,” kata Gamalis.
Gamalis meminta setiap sekolah membangun dan menyiapkan infrastruktur jaringan internet yang memadai di lokasi pendaftaran.
Langkah antisipasi ini penting agar jalannya proses input data digital para calon peserta didik tidak terganggu atau mengalami kendala teknis hanya karena masalah kehilangan jaringan internet.
“Itu harus jadi perhatian,” tegasnya.
Gamalis juga memastikan pemerintah daerah tetap konsisten menjalankan program pendidikan gratis tanpa pungutan, yang menyasar pendidikan TK sampai SMP.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan kembali memberikan paket bantuan buku pelajaran sekolah serta pembagian seragam gratis bagi para murid baru yang diterima.
Menurutnya, menjalankan program bantuan operasional tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk terus mengawal jalannya program pembangunan prioritas daerah.
“Itu tidak dipangkas, anggaran pendidikan tetap diberikan,” pungkas Gamalis. (*/Adv)

