BERAU TERKINI – Asosiasi Mitra MBG mengeluhkan kebijakan BGN yang kerap merugikan mitra MBG.

Asosiasi Mitra MBG mengancam akan menutup dan menyegel dapur MBG atau SPPG jika BGN tak kunjung mengindahkan tuntutannya.

Ketua Umum Asosiasi Mitra MBG Syawaludin Aweng mengatakan langkah itu dilakukan lantaran BGN kerap mengabaikan prinsip kesataraan dalam kemitraan.

Padahal Mitra MBG disebut memiliki peran penting dalam kelancaran program MBG yakni sebagai penyedia hingga pemilik dapur MBG.

Hal itu diungkapkan Asosiasi Mitra MBG dalam audiensi bersama Komisi IX DPR RI pada Selasa (14/7/2026) kemarin.

“Kami akan lakukan gembok nasional, gembok dapur secara nasional,” kata Syawaludin Aweng, dikutip siaran YouTube TV Parlemen.

“Posisi mitra hanya menyediakan modal dan fasilitas infrastruktur dapur. Sementara itu, pengelolaan penuh di dalam dapur diatur oleh SPPG,” tambahnya.

Ilustrasi memasak MBG di SPPG (bgn.go.id)
Ilustrasi memasak MBG di SPPG (bgn.go.id)

“Kami akan lakukan gembok nasional, gembok dapur secara nasional. Dan kami kawan-kawan sudah setuju, kalau sampai tanggal 17 Agustus proses ini tidak selesai, kami akan lakukan itu,” ucapnya.

Pihaknya mengingatkan persoalan tersebut dapat diselesaikan apabila BGN menjalankan ketentuan dalam Perpres No. 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG.

Dalam Perpres itu diatur mengenai batasan jumlah penerima manfaat, yakni untuk aglomerasi dapur reguler minimal 1.000 penerima manfaat.

Sedangkan di wilayah 3T maksimal 1.000 penerima manfaat, dengan estimasi kebutuhan sekitar 8.000 dapur di daerah terpencil.