BERAU TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau akan mengkaji langkah penanganan lanjutan terhadap ratusan hektare lahan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan fokus pemerintah saat ini tidak hanya pada upaya pemadaman, tetapi juga penanganan pascakebakaran agar lahan yang terdampak tidak menimbulkan masalah baru.

Menurut Gamalis, kondisi lahan yang telah terbakar perlu menjadi perhatian bersama seluruh pemangku kepentingan. 

Karena itu, Pemkab Berau berencana menggelar koordinasi lintas sektor untuk menentukan langkah yang akan dilakukan terhadap kawasan yang terdampak.

“Kalau sudah seperti ini, kita tidak bisa lagi hanya melihat penyebabnya. Yang harus dipikirkan sekarang adalah bagaimana penanganan lahan yang sudah terbakar ini ke depannya. Semua stakeholder harus duduk bersama mencari solusi,” ujarnya.

WhatsApp Image 2026 08 28 at 14.38.31 2

Ia mengatakan, pemerintah akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari instansi teknis, perusahaan, hingga kelompok masyarakat untuk merumuskan langkah pemulihan kawasan yang terdampak karhutla. 

Upaya tersebut penting agar lahan yang terbakar tidak menjadi sumber kebakaran berulang pada musim kemarau berikutnya.

Selain itu, Pemkab Berau juga akan melakukan evaluasi terhadap sistem penanganan karhutla yang selama ini diterapkan. 

Evaluasi tersebut mencakup kesiapan infrastruktur, peralatan pemadaman, hingga pola pengawasan di wilayah rawan kebakaran.

“Ketika kebakaran sudah terjadi dalam skala besar, tentu dibutuhkan penanganan yang lebih komprehensif. Karena itu kami akan mengevaluasi bersama apa saja yang perlu diperkuat, baik dari sisi pencegahan maupun pemulihan lahannya,” katanya.

Gamalis menambahkan, hasil evaluasi dan kebutuhan daerah juga akan disampaikan kepada pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan untuk mendapatkan dukungan program maupun bantuan sarana dan prasarana penanganan karhutla.

Ia berharap langkah kolaboratif yang dilakukan dapat mempercepat pemulihan kawasan terdampak sekaligus memperkuat upaya pencegahan kebakaran di masa mendatang.

“Yang terpenting sekarang bagaimana kita bersama-sama menangani kondisi yang ada dan memastikan kejadian seperti ini bisa diminimalkan ke depan,” pungkasnya. (*)