BERAU TERKINI – Penyerang Barcelona Rapinha menyalahkan wasit akibat kekalahan Barcelona atas Atletico Madrid 3-2 (agregat) di leg kedua Champions League.
Kekalahan yang dialami Barcelona pada musim ini di Champions League berasal dari ketidaktegasan wasit dalam memimpin laga.
Laga itu dipimpin oleh Wasit UEFA Clement Turpin.
Turpin tidak mengeluarkan satu pun kartu sanksi kepada pemain Atletico Madrid.
Justru sebaliknya, Barcelona diberikan satu kartu merah dan satu kartu kuning dari 90 menit pertandingan.
Kartu merah diberikan kepada Eric Garcia pada pertengahan babak kedua.

Sementara Gavi diberikan peringatan lewat kartu kuning.
Rapinha menganggap bila laga itu sebagai ‘perampokan’ untuk Barcelona.
“Ini adalah pertandingan yang dicuri, wasitnya sangat buruk. Keputusan yang mereka buat sungguh tidak bisa dipercaya,” kata Rapinha dalam laporan Marca.
Dia mengatakan, seharusnya Atletico Madrid justru mendapat lebih banyak kartu karena cara bertahan klub dengan permainan yang kasar.
“Atletico melakukan entah berapa banyak pelanggaran dan tidak menerima satu pun kartu kuning,” ucapnya.
Senada dengan Rapinha, Dani Olmo sebagai man of the match dalam laga malam tadi melayangkan kritik serupa.
Dani Olmo menyatakan pernyataan itu merupakan sikap yang disampaikan ketika melihat secara jernih jalannya pertandingan.
Sementara kiper Atletico Madrid, Juan Musso menyatakan kritik Rapinha merupakan komentar biasa dari tim yang mendera kekalahan.
Rapinha tak bisa menganggap ini sebuah perampokan dalam laga yang berjalan kompetitif.
Kemenangan di leg pertama 0-2 dan kemenangan Barcelona pada leg kedua 1-2, cukup menggambarkan bila sikap wasit sudah cukup adil.
Juan Musso menegaskan, kartu merah yang diterima oleh Eric Garcia sudah sangat wajar.
Sebagai pemain terakhir yang berdiri bersisian dengan Alexander Sorloth dan melakukan pelanggaran, sudah sangat layak diberikan kartu merah.
“Pemain terakhir yang melakukan pelanggaran akan mendapat kartu merah,” tegasnya.

