BERAU TERKINI – Pushbike Berau terus berkembang sebagai wadah positif bagi anak-anak usia di bawah 10 tahun.
Komunitas sepeda tanpa pedal yang berawal dari inisiatif ajang balance bike Bandara Kalimarau ini kini telah menaungi sekitar 60 anggota dengan rentang kelahiran tahun 2018-2024.
Pelatih sekaligus Ketua Asosiasi Pushbike Indonesia Cabang Berau, Ari Syahri Ramadhan, menjelaskan, keanggotaan disesuaikan dengan kategori tahun kelahiran peserta.
“Kalau pushbike sendiri itu dia ikut kategori tahun kelahiran. Jadi untuk riders termuda kita ada di tahun kelahiran 2024 kemudian riders tertuanya itu ada di 2018,” ungkap Ari kepada Berauterkini, Sabtu (15/8/2026).
Guna menjaga motivasi anak-anak, komunitas rutin menggelar latihan tiap Sabtu sore di halaman Kakaban Aquatic serta Minggu pagi di Lapangan Pemuda Tanjung Redeb.

Sesi latihan rutin ini menjadi tolok ukur kesiapan peserta menjelang ajang balap lokal, regional, hingga mancanegara.
“Kebetulan kita untuk latihan prestasi mereka itu kejuaraan beberapa ada yang kita buka di kejuaraan daerah sini. Tapi beberapa riders ada yang pernah main ke Jawa bahkan ke luar negeri ada,” jelas Ari.
Saat ini, para anggota fokus bersiap menghadapi Berau, Bulungan, dan Tarakan Championship pada 5 September mendatang.
Bagi orang tua yang tertarik, pendaftaran dibuka melalui opsi member dan non-member.
Pendaftaran anggota dapat dilakukan secara daring dengan mengisi tautan di biodata Instagram @pushbike_berau atau memindai kode QR saat jadwal latihan.
Setelah data seperti NIK, nama, tanggal lahir, dan kontak orang tua terverifikasi, peserta akan otomatis terhubung ke grup WhatsApp komunitas.
Menariknya, komunitas ini tidak menerapkan kriteria fisik khusus dan terbuka bagi anak-anak disabilitas.
Aspek utama yang sangat ditekankan justru faktor keselamatan dan kelengkapan sepeda.
Peserta wajib mengenakan helm full face, sepatu, serta pelindung tangan, siku, dan lutut.
Sepeda yang digunakan juga disarankan memiliki bobot ringan agar tidak menyulitkan anak.
“Anaknya kasihan, capek ngedorong. Kalau untuk yang kejuaraan, mereka biasanya ngerakit sesuai budget orang tua, sesuai kebutuhan riders,” ujar Ari.
Ari menambahkan, sepeda tanpa pedal di pasaran hadir dengan beragam material, seperti besi, aluminium, hingga karbon yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta anggaran orang tua.
“Nanti kalau itu sudah approve, nanti masuk registrasi, otomatis ke-login dia ada WhatsApp yang bakalan tergabung,” pungkasnya. (*)
