BERAU TERKINI – Pelaku UMKM di Kabupaten Berau mulai diarahkan untuk tidak hanya mengandalkan promosi konvensional dalam memperkenalkan produknya.
Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini mulai dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk membuat materi promosi secara lebih cepat dan efisien.
Dorongan tersebut dilakukan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan digital pelaku usaha lokal.
Pemanfaatan AI dinilai dapat menjadi solusi bagi UMKM yang memiliki keterbatasan waktu maupun sumber daya untuk memproduksi konten pemasaran.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan penggunaan AI dapat membantu pelaku usaha mengerjakan berbagai kebutuhan promosi, mulai dari menyusun ide konten hingga menyiapkan materi yang akan digunakan di media sosial.
Menurutnya, teknologi tersebut dapat menjadi alat pendukung bagi UMKM agar lebih aktif membangun keberadaan produknya di ruang digital.
“Sekarang pelaku usaha bisa memanfaatkan AI untuk membantu menyiapkan bahan promosi tanpa harus selalu memulai semuanya dari awal. Yang penting, mereka tahu bagaimana menggunakan teknologi tersebut sesuai kebutuhan usahanya,” ujar Eva kepada Berauterkini.
Ia menyebutkan, pemanfaatan AI mulai dikenalkan dalam kegiatan pembinaan yang dilakukan Diskoperindag, termasuk pelatihan pemasaran digital bagi pelaku UMKM di Berau.
Dari kegiatan tersebut, sejumlah pelaku usaha mulai mencoba menggunakan AI untuk menghasilkan ide maupun materi promosi yang kemudian disesuaikan kembali dengan karakter produk masing-masing.
Eva menilai, kemampuan tersebut penting karena pemasaran melalui media sosial menuntut pelaku usaha untuk konsisten menghasilkan konten.
Dengan bantuan teknologi, proses tersebut dapat dilakukan dengan lebih praktis, sehingga pelaku usaha dapat menghemat waktu dan biaya.
Namun, ia mengingatkan penggunaan AI tetap harus ditempatkan sebagai alat bantu, bukan pengganti kreativitas manusia.
Pelaku usaha tetap perlu melakukan penyuntingan dan memastikan informasi yang disampaikan sesuai dengan produk sebenarnya.
“AI kita posisikan sebagai pendamping kerja. Untuk hal-hal yang membutuhkan kreativitas, produksi fisik, maupun sentuhan khusus, tentu tetap membutuhkan orang yang mengerjakannya,” katanya.
Menurut Eva, kebutuhan promosi seperti desain spanduk, perlengkapan pameran, kemasan, hingga produk kreatif lainnya tetap membuka ruang bagi tenaga kreatif dan pelaku usaha lokal.
Diskoperindag Berau pun berharap pemanfaatan teknologi digital semakin merata di kalangan UMKM.
Tidak hanya untuk mengikuti tren, tetapi juga menjadi strategi agar produk lokal mampu menjangkau konsumen yang lebih luas. (*/Adv)
