BERAU TERKINI – Menjelang dua bulan pelaksanaannya pada 8 hingga 11 Oktober mendatang, gelaran Maratua Jazz and Dive Fiesta (MJDF) 2026 mulai memanaskan mesin promosi. 

Perhelatan tahunan yang menargetkan kunjungan wisatawan lokal hingga mancanegara ini mengusung strategi pemasaran masif sejak jauh hari.

Founder MJDF, Agus Setiawan Basuni, mengungkapkan, pihaknya telah menggandeng seluruh pengelola bandara di Kalimantan Timur sejak tahun lalu.

Dukungan penuh mengalir dari Bandara APT Pranoto Samarinda, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Bandara Maratua, hingga Bandara Kalimarau di Berau.

“Di seluruh titik yang disebutkan tadi itu ada promosi Maratua, bukan pada hari H atau bukan pada beberapa hari menuju hari tapi justru jauh-jauh hari,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Menurut Agus, penyampaian informasi sejak awal sangat krusial agar para pelancong dapat membagikan kabar agenda festival ini kepada rekan-rekan mereka. 

Hal tersebut membuka ruang potensi kunjungan, baik untuk tahun ini maupun beberapa tahun mendatang.

“Karena sejatinya seperti itulah mekanisme word of mouth atau istilahnya dari mulut ke mulut,” katanya.

Pada gelaran tahun ini, panitia menargetkan kehadiran hingga seribu orang turis.

Namun, fokus utama tetap diarahkan untuk membangun Maratua sebagai destinasi wisata premium guna menjaga kelestarian alamnya.

“Dan kenapa arahnya ke sana? Supaya tidak cepat hancur, karena kalau makin banyak orang akan makin cepat kerusakannya,” ungkap Agus.

Dari sisi panggung hiburan, MJDF 2026 mengombinasikan deretan musisi senior, talenta muda, hingga seniman daerah guna mengangkat tradisi dan kekayaan budaya Kalimantan Timur.

Deretan pengisi acara yang dijadwalkan tampil antara lain Trie Utami, Ita Purnamasari, Dwiki Dharmawan, Wijaya 80, hingga pemain sape asal Berau, Whan Setiawan.

Rangkaian acara disusun mengalir selama empat hari penuh.

Hari pertama diawali dengan konferensi pers, konser di Tanjung Redeb, serta mini bazar UMKM. 

Memasuki hari kedua, peserta diboyong menuju Pulau Maratua untuk menikmati island hopping ke Derawan dan Kakaban, jelajah destinasi lokal, cooking class, forum bisnis dan investasi, hingga konser puncak MJDF.

Agenda berlanjut pada hari ketiga dengan deretan kegiatan olahraga, aksi peduli lingkungan, dan hiburan kawasan pesisir.

Lalu ditutup pada hari keempat dengan perburuan foto matahari terbit di Bohe Silian dan Teluk Pea serta kepulangan ke kota asal.

“Dan rencananya tahun ini kami memperkenalkan satu program baru, yaitu happy run yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu pagi. Kami juga melihat lari di destinasi wisata premium itu menjadi salah satu daya tarik juga,” ucap Agus.

Dukungan penuh turut datang dari Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).

Kepala Bidang Bina Pemasaran dan Kerja Sama Disbudpar Berau, Endah Puspita Sari, menegaskan komitmennya untuk menyukseskan gelaran ini.

Salah satunya dengan berkoordinasi bersama Dinas Kominfo untuk penayangan promosi melalui videotron di wilayah perkotaan.

“Kami akan mengupload di medsos kami terkait dengan kegiatan MJDF, sehingga kegiatannya nanti bisa menarik para wisatawan baik wisatawan dalam maupun mancanegara,” tutup Endah. (*)