Foto:  Para siswa SMA 6 Berau kala berkunjung ke museum Gunung Tabur. 

LABANAN – Mengenal sejarah lokal, menjadi agenda besar SMAN 6 Berau. Sekolah yang berada di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, Berau ini, berupaya mendekatkan siswanya dengan situs bersejarah di Bumi Batiwakkal. Program study tour pun dilakukan, dengan menyambangi dua keraton, Sambaliung dan Gunung Tabur.

Sebanyak 140 siswa kelas 11, mengikuti kegiatan belajar sambil berwisata, pada Minggu 12 November 2023 lalu. Kepala Sekolah SMAN 6 Berau, Hermansyah SPd, menyatakan kegembiraannya melihat semangat dan antusiasme siswa dalam mengikuti kegiatan study tour ini. Berharap, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi para siswa.

“Kami berharap pengalaman ini tidak hanya menjadi perjalanan wisata semata, tetapi juga memberikan wawasan baru dan mendalam terhadap materi pelajaran yang telah mereka pelajari di sekolah,” ujarnya.

Rombongan siswa selama study tour juga mendapat pengawasan dari guru pelajaran sejarah, serta beberapa Guru TU yang ikut serta mendampingi. Destinasi pertama kegiatan ini adalah Museum Gunung Tabur. Situs ini dipilih karena dinilai memiliki banyak nilai sejarah dan menjadi saksi perjalanan panjang Kabupaten Berau.

Selama di lokasi itu, siswa diajak berkeliling oleh pemandu wisata yang menjelaskan secara rinci kehidupan Sultan-Sultan Gunung Tabur pada masa lampau. Bangunan Keraton Kesultanan Gunung Tabur sendiri didominasi warna kuning yang menghias arsitekturnya.

“Siswa-siswa kami sangat antusias dalam menggali pengetahuan sejarah langsung dari situs bersejarah ini. Ini bukan sekadar perjalanan wisata, tetapi pengalaman mendalam yang memberikan konteks lebih dalam terhadap pelajaran sejarah di kelas,” ungkap Syarif Hidayatullah, selaku Guru Sejarah sekaligus pembina pelaksanaan study tour.

Perjalanan dilanjutkan ke Keraton Kesultanan Sambaliung. Destinasi kedua ini juga dinilai memberikan banyak informasi sejarah Berau. Saat memasuki areal Keraton Sambaliung, siswa disambut dengan Tarian Dalling. Pemandu wisata membimbing para pelajar menjelajahi kompleks museum yang terdapat koleksi artefak, dokumentasi, dan benda-benda bersejarah lainnya.

Para siswa juga aktif menggali cerita tentang kehidupan kesultanan, dan menyoroti peran pentingnya dalam membentuk identitas daerah. Para siswa terlihat antusias menyimak dan mengabadikan momen-momen penting menggunakan kamera.

Selama perjalanan, siswa juga terlibat dalam sesi tanya jawab dan diskusi. Hal itu dilakukan untuk memastikan mereka memahami konteks sejarah dengan lebih baik. Siswa juga memiliki kesempatan untuk berdialog langsung dengan pemandu yang memberikan perspektif unik dan cerita rinci tentang setiap tempat yang dikunjungi.

Para pelajar nantinya akan mempresentasikan pengalaman mereka dalam bentuk laporan dan proyek yang memvisualisasikan apa yang telah mereka pelajari selama study tour. Ini adalah bagian dari tugas akhir semester ganjil yang akan dinilai sebagai komponen penting dari pembelajaran.

Foto: Pelajar SMA 6 Berau saat mendengarkan penjelasan dari penjaga Museum Gunung Tabur.

Salah seorang siswa yang mengikuti study tour tersebut adalah Yasmin Puspagati dari Kelas 11 G. la mengaku sangat senang dengan pengalamannya mengikuti study tour.

“Pengalaman yang sangat menyenangkan. Saya bisa belajar banyak hal baru tentang sejarah, budaya, dan alam. Saya bisa belajar untuk bekerja sama dengan teman-teman, belajar untuk toleransi dengan orang lain, dan belajar untuk menghargai perbedaan,” kata Yasmin Puspagati.

Yasmin berharap agar bisa mengikuti study tour lagi di masa depan. la ingin bisa belajar lebih banyak hal baru dari pengalamannya mengikuti study tour.

Tak hanya destinasi wisata, study tour ini juga mencakup kunjungan ke Masjid Agung Baitul Hikmah Berau. Di lokasi ini, siswa mendapat waktu beristirahat makan siang, sekaligus melaksanakan Salat Dhuhur.

Kunjungan berikutnya, siswa diajak untuk mengeksplorasi Waterboom Rinjani Makmur, Labanan Jaya, Teluk Bayur. Di tempat rekreasi ini siswa tidak hanya menikmati fasilitas permainan air, tetapi juga mengikuti lomba renang yang diadakan oleh Pak Syarif selaku Guru Sejarah Kelas 11.

“Kombinasi antara pengalaman sejarah, kegiatan religius, dan rekreasi di Waterboom memberikan pengalaman holistik bagi siswa-siswi kami. Mereka belajar sambil bersenang-senang,” ungkap Bu Reni, salah satu Guru TU yang ikut serta mendampingi.

Tak hanya itu, komite sekolah juga memberikan kesempatan untuk meraih doorprize untuk menambah semangat siswa. Komite juga menggelar lomba tim video klip sebagai rangkaian dari study tour. Lomba ini diadakan untuk memberikan kesempatan siswa mengungkapkan kreativitas dalam menyampaikan pengalaman dan pembelajaran selama perjalanan.

Beberapa siswa menyoroti momen-momen penuh makna selama study tour, menggambarkan kegembiraan, kekaguman, dan pembelajaran yang dialami Beberapa video juga menonjolkan keindahan alam dan budaya lokal yang ditemui sepanjang perjalanan.

Penulis : Ismah
Sekolah : SMAN 6 Berau

Editor: Robitoh J Palupi