BERAU TERKINI – Perang suku terjadi di Wamena, Papua Pegunungan, ratusan warga mengungsi.

Kondisi di Wamena, Papua Pegunungan mencekam usai terjadinya perang suku sejak Kamis (14/5/2026) lalu.

Dilansir laporan CNN Indonesia, perang suku terjadi karena konflik yang tak berkesudahan.

Menurut Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito, perang suku terjadi karena permasalahan denda adat akibat kasus kecelakaan yang tak bisa diselesaikan.

Adapun kecelakaan itu terjadi pada 2024 lalu yang melibatkan Anggota DPRD Lanny Jaya.

“Kalau ada hal seperti itu biasanya Pemda turun tangan untuk menanggulangi, apalagi ini korbannya anggota DPRD kabupaten,” ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito dikutip dari laporan CNN Indonesia.

“Pada saat itu tidak ada penyelesaian karena memang waktu itu (kecelakaan) terjadi pemerintahan ini semuanya pejabatnya Pj, kan enggak bisa mengeluarkan anggaran untuk itu, jadi enggak terbayarlah, enggak sesuai lah ininya yang dirugikan,” jelasnya.

Perang suku terjadi Wamena, Papua Pegunungan (X/@__PASMANTAP)
Perang suku terjadi Wamena, Papua Pegunungan (X/@__PASMANTAP)

“Terjadilah perang suku mulai saat itu. Biasanya cuma kecil-kecil, kecil-kecil begitu, sampai puncaknya ini, seperti itu,” tambahnya.

Namun, kondisi di Wamena saat ini berangsur kondusif usai dialog yang dilakukan kedua pihak dan melibatkan stakeholder terkait.

Dialog itu turut dihadiri Wamendagri Ribka Haluk, Gubernur Papua Pegunungan Jhon Tabo, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang.

Kemudian Danrem 172/PWY Brigjen TNI Roby Suryadi, Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, Kapolres Lanny Jaya AKBP Frans D. Tamaela serta sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat.

“Sekarang masa pemulihan, situasi sudah kondusif, kita tempatkan di tujuh titik personel itu untuk antisipasi menjaga sehingga disekat-sekatlah ibaratnya, penyekatan di tujuh lokasi,” ungkapnya.