BERAU TERKINI – Menjelang Hari Raya Idulfitri, permintaan uang rupiah baru pecahan kecil biasanya mengalami peningkatan drastis di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Berau.
Masyarakat yang ingin melakukan penukaran uang baru kini wajib melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui aplikasi pintar milik Bank Indonesia.
Mekanisme ini diterapkan guna mengatur antrean dan memastikan distribusi uang rupiah berjalan tertib.
Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui website resmi Bank Indonesia.
Masyarakat cukup memilih menu penukaran uang rupiah melalui layanan kas keliling, kemudian menentukan lokasi serta jadwal penukaran yang tersedia.
Setelah itu, pemohon memilih jumlah nominal yang ingin ditukarkan dengan batas maksimal Rp5,3 juta per orang.

Jika pendaftaran berhasil, bukti pemesanan wajib diunduh dan dicetak untuk dibawa saat penukaran.
Penukar juga harus membawa uang sesuai nominal yang didaftarkan sebelumnya.
Salah satu warga Berau, Serli, mengaku antusias mengikuti penukaran uang baru melalui sistem tersebut.
Namun, ia menyebut proses pendaftarannya cukup menantang karena harus berebut kuota secara online.
“Rasanya seperti war tiket konser. Harus cepat-cepatan karena kuotanya langsung habis,” ujarnya sambil tersenyum.
Menurutnya, meski harus bersaing mendapatkan jadwal, sistem online ini cukup membantu karena membuat antrean di lokasi menjadi lebih tertib dan terjadwal.
“Ada bagusnya juga sih sistem begini penukaran uang baru dapat berlangsung lebih rapi, menghindari penumpukan juga,” tutupnya. (*)
