BERAU TERKINI – DPRD Berau mendorong Pemkab Berau membuat roadmap pariwisata demi mengoptimalisasi kunjungan dari destinasi wisata yang ada.
Dalam pengembangan sektor pariwisata, Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong, menyebut Berau harus membutuhkan roadmap atau peta jalan yang jelas.
Menurutnya, Berau memiliki kekayaan alam dan destinasi wisata yang luar biasa.
Namun, potensi tersebut hingga kini belum dikelola secara maksimal karena selama ini daerah masih berada dalam zona nyaman sektor pertambangan.
Rudi mengatakan, pariwisata sebenarnya bukan sektor baru di Berau. Upaya pengembangan wisata telah dilakukan sejak masa kepemimpinan Bupati terdahulu.
Namun, perhatian terhadap sektor tersebut belum menjadi prioritas utama, karena besarnya kontribusi sektor tambang terhadap pendapatan daerah.
“Ketika ekonomi mulai sulit, seolah-olah kita baru sadar sekarang bahwa Berau punya potensi wisata besar, padahal potensi itu sudah ada sejak dulu,” ujarnya.
Ia menilai, kondisi efisiensi anggaran yang terjadi saat ini, harus menjadi momentum bagi pemerintah daerah, untuk lebih serius mengembangkan sektor pariwisata sebagai alternatif penggerak ekonomi.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Rudi Mangunsong meminta Pemerintah Kabupaten Berau tidak ragu menggandeng konsultan dan tenaga ahli yang berpengalaman dalam bidang pariwisata.
Bahkan, ia menyinggung kerja sama yang pernah dilakukan Berau dengan Seychelles pada masa lalu, sebagai contoh yang bisa kembali dikembangkan.
“Negara Seychelles saat 60 tahun lalu, kondisinya sama seperti Berau saat ini. Tapi mereka punya roadmap, sehingga arahnya jelas,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan suatu daerah khususnya Berau, dalam membangun sektor pariwisata, tidak terlepas dari adanya roadmap yang jelas dan berkelanjutan.
“Jangan sampai setiap pergantian kepala daerah atau kepala dinas, arah kebijakannya ikut berubah. Pariwisata harus punya roadmap yang jelas, dan bisa menjadi pegangan jangka panjang,” katanya.
Rudi juga menyoroti masih minimnya keterlibatan masyarakat dalam industri pariwisata Berau. Ia menilai pengembangan wisata selama ini belum sepenuhnya memberikan ruang bagi masyarakat lokal untuk menjadi pelaku utama.
Ia mencontohkan, kawasan wisata seperti Pulau Maratua dan Pulau Derawan yang selama ini lebih dikenal sebagai destinasi unggulan wisata bahari.
Menurutnya, pemerintah tidak boleh melupakan keberadaan nelayan yang menjadi bagian penting dari kehidupan, dan daya tarik kawasan tersebut.
Jika tidak ditata dengan baik, kata dia, potensi konflik antara masyarakat dan pelaku usaha wisata dapat muncul di masa mendatang.
“Contoh kecil, bisa saja terjadi konflik sosial, kalau nelayan di larang berada atau mencari ikan untuk kebutuhan hidupnya di spot-spot selam yang memang biasa bnyak ikannya. Yang seperti ini harus diperhatikan,” terangnya.
Rudi berharap, pemerintah daerah dapat segera menyusun arah pengembangan pariwisata yang lebih terukur, serta mampu menjadikan sektor tersebut sebagai penopang ekonom di tengah ketergantungan sektor pertambangan.
“Sangat disayangkan apabila potensi wisata kelas dunia yang kita tidak dimanfaatkan secara optimal,” pungkasnya

