BERAU TERKINI – Sebuah surat berkop DPR RI beredar, meminta DPR RI memulai proses pemakzulan Wapres Gibran.
Sebuah surat dengan kop DPR RI dan berisi rencana pemakzulan Wapres Gibran beredar di media sosial.
Dalam surat itu tertera nama Tonny Tesar yang tercatata dalam anggota Fraksi Nasdem DPR RI.
Namun Partai Nasdem membantah bahwa kadernya mengusulkan pemakzulan Wapres Gibran.
Dilansir laporan Kompas.com, Bendahara Umum Partai Nasdem yang juga anggota DPR RI, Sahroni menyebut, surat tersebut tidak benar alias hoaks.
“Hoaks, hoaks. Enggak ada, enggak ada,” kata Sahroni dikutip dari laporan Kompas.com

Sementara itu Waketum Partai Nasdem Saan Mustopa mengaku baru akan mencari tahu kebenaran dari surat yang beredar di media sosial itu.
Dia menyebut, sampai saat ini Partai Nasdem belum mengeluarkan sikap resmi terkait putusan MK soal gugatan ijazah SMA Wapres Gibran.
“Saya mau cek, mau cari tahu dan mau klarifikasi. Karena memang sampai saat ini partai, khususnya Partai Nasdem, terkait dengan putusan Mahkamah Konstitusi kita masih dalam proses mengkaji, proses mempelajari, ya, dari putusan Mahkamah Konstitusi tersebut,” kata Saan Mustopa.
“Terkait dengan beredarnya salah satu usulan dari anggota Fraksi Nasdem, sekali lagi nanti kita akan cek dan kita akan klarifikasi,” jelasnya.
Jawaban Gibran
Untuk diketahui, sorotan publik mengarah kepada Wapres Gibran usai Putusan MK dalam perkara No. 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 terkait Perselisihan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2024.
Meski menolak gugatan, MK menyatakan tak bisa menemukan bukti kelulusan atau ijazah SMA Gibran Rakabuming.
Wapres Gibran pun buka suara soal putusan itu. Dilansir laporan Kumparan.com, Wapres Gibran mengaku menghormati proses yang berjalan di MK.
Dirinya menegaskan tetap akan fokus bertugas dan bekerja sebagai Wapres mendampingi Presiden Prabowo.
“Ya, terima kasih. Kita hormati seluruh tahapan-tahapan dan proses-proses yang ada di MK,” kata Wapres Gibran, Rabu (7/10/2026) kemarin.
“Yang paling penting sekarang, saya akan terus fokus bekerja untuk masyarakat dan mensukseskan visi-misi dan program dari Bapak Presiden selaku pimpinan kami,” jelasnya.
Lebih jauh dirinya menegaskan memiliki ijazah SMA. Menurutnya tanpa ijazah SMA, dirinya tak bisa berkuliah S1 di Singapura.
“Ya kalau saya nggak lulus SMA, kan saya nggak mungkin bisa kuliah. Saya kan kuliah sampai S1 juga di Singapura. Ya itu,” jelasnya.
