BERAU TERKINI – Maratua Jazz and Dive Fiesta (MJDF) road to Sabah, Malaysia 2026 akan dilaksanakan November mendatang, target hadirkan wisatawan mancanegara.

Founder MJDF, Juhriansyah menjelaskan, kegiatan Road to Sabah dirancang sebagai misi promosi dan penjualan pariwisata (tourism sales mission) untuk mempertemukan pelaku usaha pariwisata Berau dan Kaltim dengan calon mitra di Sabah.

Kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun hubungan bisnis, mempromosikan paket wisata, memperkenalkan produk unggulan daerah, dan mengembangkan kerja sama pemasaran lintas batas.

MJDF menjadi platform promosi yang memadukan pariwisata bahari, musik, budaya, kuliner, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat.

“Adanya kerja sama bisnis antar pelaku wisata Sabah dengan pelaku wisata Berau dan Kaltara dan ada banyak tamu mancanegara yang lewat sabah berwisata ke Berau,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Rabu (28/10/2026).

Konsep acara nantinya akan menggunakan MJDF sebagai platform promosi yang mempertemukan destinasi, produk wisata, pelaku usaha, dan calon pembeli atau mitra bisnis.

Maratua Jazz and Dive Fiesta.
Maratua Jazz and Dive Fiesta.

Konsep ini menempatkan kegiatan bukan sekadar seremoni promosi, melainkan sebagai upaya membuka pasar dan menghasilkan peluang kerja sama konkret.

Format kegiatan MJDF Showcase nantinya dimulai dari presentasi destinasi Maratua, Derawan, wisata bahari, konservasi, budaya, dan daya tarik Kalimantan Timur.

Penawaran paket wisata, layanan wisata yang siap dipasarkan, promosi UMKM dan industri kreatif, pertunjukan jazz sebagai identitas MJDF dan media komunikasi budaya untuk memperkuat daya tarik destinasi.

“Pertemuan bisnis, penjajakan kemitraan, pembahasan paket wisata, dan penyusunan rencana tindak lanjut dengan mitra Sabah,” katanya.

“MJDF hanya membuka jalan sesuai dengan jaringan yang kami punya. Semoga inisiatif ini di sambut baik oleh pemerintah dan stakeholder pariwisata Berau,” harapnya.

Lebih jauh, Juhriansyah mengklaim Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Kota Kinabalu (KJRI KK) mengapresiasi konsep kegiatan yang menggabungkan konsep musik, budaya, dan pariwisata bahari.

KJRI bilang pendekatan itu dapat menjadi model bagi pengembangan lanjutan pariwisata berbasis komunitas khususnya di wilayah perbatasan.

KJRI KK mengharapkan kerja sama para pemangku kepentingan terkait pada kegiatan yang akan dilaksanakan pada tanggal 13 November 2026 mendatang.