BERAU TERKINI – Upaya pelestarian alam dan kebudayaan lokal terus digaungkan di Kabupaten Berau. Resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau, gelaran Kick Off Festival Rindu Dumaring 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, dalam merawat identitas budaya sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Festival ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara Pemerintah Kampung Dumaring, Program Kolaborasi Konservasi Hutan dan Sungai Dumaring, serta KPHP Berau Pantai.

Ketua Panitia Festival Rindu Dumaring 2026, Nana Sumanah, menyampaikan bahwa program konservasi di wilayahnya mencakup area yang sangat luas dan vital sebagai ruang kehidupan masyarakat. 

Penjagaan tersebut meliputi Hutan Desa Dumaring seluas 5.141 hektare, kawasan Tanah Patiraja seluas 673 hektare, hingga wilayah sempadan sungai seluas 661 hektare.

AKS 1986.JPG 2 2

“Program Kolaborasi Konservasi Hutan dan Sungai Dumaring pada dasarnya lahir dengan misi yang sangat jelas: melindungi hutan dan sungai, mendorong pemanfaatannya secara bijaksana dan berkelanjutan, serta membantu masyarakat mengembangkan usaha yang dapat memberikan manfaat ekonomi hari ini sekaligus menjaga keberlanjutan untuk masa depan,” ujar Nana Sumanah dalam sambutannya.

Menjawab pertanyaan terkait keterkaitan antara program konservasi lingkungan dengan penyelenggaraan festival budaya, Nana menegaskan bahwa keberadaan hutan dan sungai tidak dapat dipisahkan dari keberadaan manusia yang hidup di sekitarnya.

Bagi panitia dan masyarakat setempat, budaya, konservasi, serta ekonomi merupakan tiga pilar penting yang saling menopang dan harus berjalan beriringan.

“Karena yang ingin kita jaga bukan hanya hutannya. Kita juga ingin menjaga manusia yang hidup bersama hutan itu. Menjaga pengetahuan yang diwariskan. Menjaga budaya yang menjadi identitas. Dan menjaga rasa memiliki masyarakat terhadap kampungnya,” jelas Nana.

“Budaya memberikan identitas. Alam memberikan kehidupan. Dan usaha memberikan penghidupan. Ketiganya harus berjalan bersama,” tambahnya.

Festival Rindu Dumaring dirancang bukan sekadar sebagai pesta rakyat biasa, melainkan sebagai wadah perjumpaan antargenerasi, tradisi dengan inovasi, serta masyarakat dengan pemerintah maupun mitra lintas sektor.

Ia berharap semangat yang diusung dalam festival ini dapat terus membakar rasa cinta warga terhadap daerah asalnya.

“Semoga Festival Rindu Dumaring bukan hanya menjadi sebuah acara yang kita selenggarakan hari ini, tetapi menjadi sebuah rasa yang kita wariskan kepada generasi berikutnya: rasa rindu untuk selalu kembali, merawat, dan membangun Dumaring,” pungkas Nana.

Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kecamatan Talisayan, Pemerintah Kampung Dumaring, jajaran KPHP Berau Pantai, tokoh masyarakat, para pelaku usaha, serta warga lokal yang antusias memadati lokasi kegiatan. (*/Adv)