BERAU TERKINI – Liverpool memantau Rayan Cherki di tengah gonjang-ganjing kasus Manchester City.

Sejumlah pemain Manchester City menjadi incaran klub top Eropa dalam beberapa hari terakhir.

Alasannya, para pemain kelas dunia Manchester City disebut bakal meninggalkan klub, jika Manchester City mendapat sanksi berat dari Liga Inggris.

Diketahui sanksi berat itu tak terlepas dari kasus pelanggaran financial fair play atau FFP yang dilakukan oleh Manchester City dalam satu dekade.

Salah satu klub yang mengincar pemain Manchester City adalah Liverpool. Laporan dari Inggris menyebutkan Liverpool mengincar Rayan Cherki untuk memperkuat lini depan.

“Liverpool tengah memonitor Rayan Cherki di tengah ancaman sanksi berat untuk Manchester City,” tulis laporan Team Talk.

Meski demikian belum ada keterangan resmi dari Rayan Cherki soal masa depannya.

Sang pemain diketahui masih terikat kontrak bersama Manchester City hingga 2030 mendatang.

Etihad Stadium Manchester City (mancity.com)
Etihad Stadium Manchester City (mancity.com)

Sebelumnya diberitakan, Hasil investigasi Komite Independen Liga Inggris akhirnya diungkap ke publik.

Dalam pernyataan resminya, piihak Komite Independen menyebut Manchester City bersalah atas semua tuduhan melanggar aturan Financial Fair Play (FFP) selama 9 musim.

Komite Independen membeberkan sejumlah cara licik Manchester City dalam mengelabui laporan keuangan hingga membuat laporan palsu.

Salah satunya dengan membuat laporan keuangan palsu seolah-olah menunjukan keuangan klub stabil dan memiliki pemasukan jumlah besar.

Padahal kondisi yang terjadi justru sebaliknya di mana pengeluaran klub jauh lebih besar dari pendapatan dan menyalahi aturan FFP soal defisit keuangan.

Selain itu, Manchester City juga membuat laporan palsu kepada auditor.

“Pihak klub meningkatkan jumlah pemasukan dan pendapatan seolah-olah kondisi keuangan klub masih sesuai dengan regulasi,” tulis keterangan resmi Liga Inggris.

“Pihak klub berulang kali melanggar ketentuan regulasi Liga Inggris dan UEFA soal belanja klub,” lanjutnya.

Tak sampai di sana, pihak Komite Independen juga mendapati Manchester City membuat laporan palsu soal investor klub.

Di mana dalam laporan keuangan tertulis investasi dari Abu Dhabi United Group Investment Development Ltd (ADUG) yang juga pemilik klub.

Dalam laporan palsu itu pihak Manchester City berhasil menutupi investasi sebesar 900 juta Poundsterling yang jelas-jelas melanggar aturan FFP.

Meski sudah menyatakan bersalah, namun Manchester City belum mendapatkan sanksi dari Liga Inggris.