BERAU TERKINI – Kekayaan kuliner tradisional Berau dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi daya tarik wisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Salah satu yang mulai mendapat perhatian adalah ikan bakar khas masyarakat pesisir yang diolah menggunakan sabut kelapa dengan teknik memasak yang masih dipertahankan hingga kini.
Kuliner ini memiliki ciri khas yang berbeda dari ikan bakar pada umumnya.
Ikan dibersihkan tanpa menghilangkan sisiknya, kemudian dibumbui dengan racikan sederhana berupa cabai, bawang merah, bawang putih, garam, sedikit gula atau penyedap, serta minyak kelapa tradisional.
Selanjutnya, ikan dibakar menggunakan sabut kelapa sehingga menghasilkan aroma asap yang khas.
Teknik memasak tersebut telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat pesisir Berau.

Selain mempertahankan cita rasa ikan segar hasil tangkapan nelayan, cara pengolahan ini juga mencerminkan kedekatan masyarakat dengan sumber daya alam yang mereka miliki.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, mengatakan, setiap kuliner tradisional memiliki nilai lebih yang tidak dimiliki makanan modern karena lahir dari sejarah, budaya, dan kebiasaan masyarakat setempat.
“Yang kita jual bukan hanya makanannya, tetapi juga cerita di balik makanan itu. Wisatawan biasanya tertarik mencoba sesuatu yang autentik dan kuliner tradisional Berau punya keunikan itu,” ujarnya.
Menurut Eva, pengembangan kuliner lokal harus dilakukan tanpa menghilangkan ciri khas yang menjadi identitasnya.
Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk dari sisi kebersihan, penyajian, hingga kemasan agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Resep dan teknik memasak tradisional tetap harus dipertahankan. Yang kita tingkatkan adalah kualitas penyajian dan pengemasannya supaya lebih menarik serta memiliki nilai jual lebih tinggi,” katanya.
Ia berharap kuliner khas Berau semakin sering hadir dalam festival maupun agenda promosi pariwisata.
Sehingga mampu memperkuat citra daerah sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga pengalaman kuliner yang khas.
“Kalau orang pulang dari Berau, kami ingin mereka tidak hanya mengingat pantai dan lautnya, tetapi juga mengingat rasa makanan khas yang hanya bisa mereka temukan di sini. Itu akan menjadi promosi yang sangat kuat bagi daerah,” pungkasnya. (*/Adv)
