BERAU TERKINI — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Berau menggelar program pembekalan dan pembinaan materi intensif bagi para Purna Paskibraka 2025.

Agenda ini dilaksanakan dengan tujuan membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan siap menghadapi tantangan besar menuju Indonesia Emas 2045.

Bupati Berau, Sri Juniarsih, yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, Hukum, dan Kesra, Warji, menyatakan, program pembekalan ini memberikan banyak khazanah ilmu pengetahuan berharga.

Di tengah era kompetitif seperti sekarang, seluruh materi yang disampaikan dipastikan akan menjadi modal krusial bagi masa depan para purna.

“Ini adalah era kompetitif, terutama bagi adik-adik sekalian, sesuai visi Indonesia Emas 2045,” ungkap Warji, Kamis (21/5/2026).

WhatsApp Image 2026 05 21 at 15.55.02 edited

Sepanjang agenda pembekalan, para peserta akan digembleng dengan berbagai materi esensial, mulai pendalaman wawasan kebangsaan, latihan fisik terukur, kesamaptaan, pembentukan karakter kepemimpinan, hingga penguatan pendidikan Pancasila.

Menurut Warji, kesempatan emas seperti ini tidak bisa didapatkan oleh semua remaja.

Karena itu, momentum ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sebagai bekal berharga untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya, terutama yang mensyaratkan keahlian khusus dan wawasan kebangsaan yang kuat.

“Jadi ini memberikan kesempatan buat adik-adik sekalian untuk memiliki wawasan lebih dari teman-teman yang tidak mendapatkan kesempatan, terutama ini menjadi modal pada saat nanti untuk mengarah kepada jenjang selanjutnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, para peserta yang telah lulus melewati seleksi pendidikan karakter ini diyakini akan memiliki daya tahan yang lebih kuat terhadap berbagai tantangan dan godaan zaman.

Benteng mental tersebut sangat diperlukan untuk menyaring dampak negatif dari derasnya arus globalisasi teknologi serta gelombang informasi saat ini.

Di era digitalisasi, pola kejahatan transnasional seperti peredaran narkoba dilaporkan mulai memanfaatkan celah jalur tikus di wilayah pesisir Berau, seperti Talisayan dan Bidukbiduk.

Berangkat dari ancaman nyata tersebut, manajemen pelatihan tidak boleh hanya berfokus pada kekuatan fisik semata, melainkan wajib menitikberatkan pada ketahanan mental.

“Jadi dengan adanya pembinaan karakter, kemudian mental, memang sangat diperlukan. Walaupun fisiknya kuat, jika mentalnya lemah, biasanya akan ciut menghadapi tantangan,” tegas Warji.

Tantangan nyata lain yang ada di hadapan mata saat ini adalah kondisi cuaca panas ekstrem yang sedang melanda wilayah Berau.

Perubahan iklim yang cukup menyengat ini dinilai dapat memengaruhi kesiapan fisik serta kestabilan emosi para peserta di lapangan.

Kondisi cuaca tersebut menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi jajaran tim pelatih agar bisa merumuskan metode latihan yang aman dari risiko bahaya kesehatan.

Warji menaruh harapan besar agar seluruh Purna Paskibraka konsisten menerapkan nilai-nilai kedisiplinan dan kepemimpinan yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Eksistensi mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan positif di tengah masyarakat luas.

“Pada saatnya nanti mungkin ada yang berkiprah di birokrasi, di TNI, ada yang di kepolisian. Adik-adik sekalian nanti menjadi harapan bagi Kabupaten Berau,” pungkasnya. (*Adv)