BERAU TERKINI – Dampak musim kemarau dan kekeringan mulai dirasakan masyarakat Berau. 

Sejumlah komoditas pangan, terutama sayuran dan cabai, mengalami kenaikan harga dalam beberapa pekan terakhir.

Sekretaris Dinas Pangan Kabupaten Berau, Dewi Rosita, mengatakan, kenaikan harga paling terasa terjadi pada komoditas sayuran yang pasokannya berkurang akibat kondisi cuaca kering di sejumlah wilayah produksi.

“Sayur-sayuran memang mengalami kenaikan harga karena dampak kekeringan. Beberapa daerah seperti Semurut juga mengalami kondisi serupa, sehingga memengaruhi pasokan,” ujarnya, Rabu (2/9/2026).

Sekretaris Dinas Pangan Berau, Dewi Rosita. (Diva/BT)
Sekretaris Dinas Pangan Berau, Dewi Rosita. (Diva/BT)

Ia menjelaskan, harga cabai saat ini berada di kisaran Rp60 ribu per kilogram. 

Sementara itu, harga bayam mencapai Rp20 ribu per ikat dan kangkung sekitar Rp15 ribu per ikat.

Meski demikian, sejumlah kebutuhan pokok lainnya masih relatif stabil. 

Harga beras premium berada di kisaran Rp16 ribu per kilogram, sedangkan beras medium berkisar Rp14-15 ribu per kilogram.

“Untuk beras sementara masih normal, meskipun ada potensi kenaikan. Kami terus melakukan pemantauan agar ketersediaan dan distribusinya tetap terjaga,” katanya.

Komoditas lain seperti telur ayam juga masih berada pada harga yang relatif aman. 

Dewi menyebut harga telur saat ini berkisar Rp55 ribu per piring yang masih dalam batas normal.

Sementara itu, harga bawang merah berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih berkisar Rp40-45 ribu per kilogram.

Untuk komoditas daging, harga daging sapi lokal mencapai Rp170 ribu per kilogram, sedangkan daging sapi yang disalurkan melalui Bulog dijual dengan harga sekitar Rp135 ribu per kilogram.

Dinas Pangan Berau terus memantau perkembangan harga pangan di pasar tradisional maupun modern, terutama di tengah ancaman kekeringan yang berpotensi memengaruhi produksi pertanian dan pasokan bahan pangan ke masyarakat. (*)