BERAU TERKINI – Keluarga Marselinus Nyuk Amai (26), pemuda yang ditemukan meninggal di sekitar Sungai Segah, Kampung Punan Malinau, Kecamatan Segah, Selasa (28/7/2026), menolak proses visum terhadap jenazah korban.

Pihak keluarga meyakini kematian korban merupakan musibah akibat tenggelam dan bukan karena tindak kekerasan.

Sebelumnya, Marselinus dilaporkan hilang sejak Senin (27/7/2026).

Setelah dilakukan pencarian oleh warga bersama aparat, jasad korban akhirnya ditemukan mengapung di sekitar Sungai Segah pada Selasa pagi sekitar pukul 10.47 WITA.

Kasi Humas Polres Berau, AKP Suradi, mengatakan, pihak keluarga secara resmi menolak tindakan identifikasi lanjutan maupun visum terhadap jenazah untuk kepentingan penyelidikan.

Lokasi penemuan jasad Marselinus Nyuk Amai (26) di sekitar Sungai Segah, Kampung Punan Malinau, Selasa (28/7/2026).
Lokasi penemuan jasad Marselinus Nyuk Amai (26) di sekitar Sungai Segah, Kampung Punan Malinau, Selasa (28/7/2026).

“Pihak keluarga menganggap korban meninggal karena tenggelam, bukan karena tindakan kekerasan. Hal itu diperkuat dengan surat pernyataan penolakan autopsi yang dibuat oleh pihak keluarga,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pengumpulan informasi di lapangan, korban terakhir kali terlihat pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 03.00 WITA saat berkumpul bersama sejumlah temannya di tepi Sungai Segah, RT 01 Kampung Punan Malinau.

Setelah beberapa saat, teman-teman korban memutuskan pulang.

Sebelum meninggalkan lokasi, mereka sempat membangunkan Marselinus yang saat itu tertidur di pinggir sungai.

Namun, korban menolak bangun karena masih tertidur lelap.

Pagi harinya, korban tak kunjung pulang ke rumah. Rekan-rekannya kemudian kembali ke lokasi tempat korban terakhir terlihat, namun Marselinus sudah tidak berada di sana.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran karena telepon seluler, kunci sepeda motor, dan pakaian korban masih tertinggal di lokasi parkir di seberang Kampung Punan Malinau, sementara keberadaan korban tidak diketahui.

Warga bersama aparat kemudian melakukan pencarian sejak Selasa pagi. 

Upaya tersebut berakhir setelah jasad Marselinus ditemukan sekira pukul 10.47 WITA di perairan Sungai Segah dalam kondisi telah meninggal dunia.

Dengan adanya penolakan visum dari pihak keluarga, polisi menghormati keputusan tersebut dan menerima surat pernyataan resmi yang menyebut keluarga meyakini kematian Marselinus merupakan musibah akibat tenggelam. (*)