BERAU TERKINI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang Kabupaten Berau telah melahap sedikitnya 385 hektare lahan. 

Kebakaran terluas didominasi tiga wilayah, yakni Kecamatan Pulau Derawan, Sambaliung, dan Teluk Bayur.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Masyhadi Muhdi, mengakui pihaknya belum mengantongi data pasti mengenai nominal kerugian material, jumlah rumah terdampak, maupun warga yang mengungsi akibat musibah ini.

“Kerugian ini susah kalau menghitung kerugian lingkungan. Kita baru bisa menghitung luasannya saja,” kata Masyhadi saat dikonfirmasi Berauterkini, Senin (24/8/2026).

Masyhadi menjelaskan, maraknya kejadian karhutla dipicu oleh lonjakan titik panas (hotspot) yang berpadu dengan fenomena El Nino. 

Kondisi cuaca yang ekstrem membuat material vegetasi di lapangan menjadi sangat kering dan mudah terbakar.

“Titik panas tinggi, material yang kering semua, sehingga sumber api kecil pun bisa menjadi besar,” tutupnya. (*)