BERAU TERKINI – Masuknya investasi senilai Rp1,51 triliun ke Kabupaten Berau pada Triwulan I 2026 mulai menunjukkan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja.

Sebanyak 1.937 pekerja berhasil terserap melalui ratusan proyek yang terealisasi di berbagai sektor usaha.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, nilai investasi tersebut berasal dari 659 proyek yang berjalan sepanjang Januari hingga Maret 2026.

Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran, mengatakan, investasi tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat.

“Setiap investasi yang masuk kami harapkan bisa memberikan manfaat langsung melalui pembukaan lapangan kerja dan peningkatan aktivitas ekonomi di daerah,” ungkap Nanang kepada Berauterkini.

Menurutnya, sektor perkebunan dan tanaman pangan menjadi kontributor utama penyerapan tenaga kerja dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Pada sektor tersebut, nilai investasi tercatat mencapai Rp375,6 miliar.

“Kalau investasi Penanaman Modal Asing (PMA) yang terbesar dari sektor industri kertas dengan nilai mencapai Rp526,7 miliar,” jelasnya.

Besarnya investasi pada sektor-sektor produktif dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong kebutuhan tenaga kerja.

Nanang menegaskan, penyerapan tenaga kerja menjadi salah satu indikator yang selalu diperhatikan dalam evaluasi realisasi investasi. 

Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong masuknya investasi yang tidak hanya bernilai besar, tetapi juga memiliki dampak luas terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Sampai akhir Triwulan I, realisasi investasi sebesar Rp1,51 triliun tersebut telah memenuhi sekitar 18 persen dari target investasi Kabupaten Berau 2026 yang ditetapkan sebesar Rp8,42 triliun,” terangnya.

Ia berharap tren positif investasi dapat terus berlanjut melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan. 

Dengan demikian, investasi yang masuk tidak hanya memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Berau. (*)