BERAU TERKINI – Di balik kemeriahan peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan ke-216 Kota Tanjung Redeb di Lapangan Pemuda, terselip asa sederhana dari masyarakat kecil.
Kehadiran warga dalam momentum tahunan ini tak hanya untuk mencari hiburan, tetapi juga menyuarakan himpitan ekonomi yang kian terasa.
Salah seorang warga, Marniah, mengaku sengaja datang menyaksikan upacara di tengah minimnya opsi hiburan bagi masyarakat.
Ia memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan keluhan mendasar mengenai melonjaknya harga kebutuhan pokok dan BBM yang menjepit beban hidup warga kurang mampu.

“Kalau enggak gini kan enggak ada tontonan. Ingin turunkan harga bensin sama harga Sembako diturunkan, sayur mayur juga biar warganya bisa sejahtera,” ungkap Marniah, Selasa (15/9/2026).
Marniah juga mengkritik ketidakakuratan penetapan kategori desil pendataan bantuan sosial.
Banyak warga miskin justru terdata masuk kategori sejahtera hanya karena urusan kepemilikan aset yang keliru, seperti kendaraan sewaan atau rumah kontrakan yang dianggap milik pribadi.
“Rumah ngontrak dikira rumah kita kan ngawur, yang kita miskin dibilang kaya, yang desil-desil terbalik-balik,” keluhnya.
Senada dengan Marniah, Nur Hayati menyoroti terhentinya program bantuan beras gratis yang selama ini dinanti masyarakat berpenghasilan rendah.
“Pembagian beras enggak ada sudah. Nah itu orang rasa kecewa,” kata Nur Hayati.
Tak berhenti di situ, Nur Hayati turut menyuarakan keresahan para pelaku UMKM lokal terkait biaya sewa tenda pameran pada ajang Berau Expo yang menembus harga hingga Rp5 juta.
Biaya tinggi yang dipatok pihak Event Organizer (EO) tersebut dinilai sangat mencekik pedagang kecil, terlebih jika angka penjualan selama sepuluh hari pelaksanaan tidak menentu.
Ia mendorong Pemkab Berau untuk menggratiskan fasilitas sewa tenda pameran bagi UMKM ber-KTP asli Berau dan terdaftar resmi di dinas terkait, layaknya kebijakan yang telah diterapkan Pemkab Malinau.
Ia juga meminta penyaluran berbagai program bantuan sosial Pemkab lebih memprioritaskan warga lokal.
“Satu lagi, kalau EXPO gratis aja lah tendanya, yang penting penduduk Berau punya KTP asli gratis. Kasihan kita mau berjualan, PKL itu harga Rp1 juta. Nah, begitu juga kalau ada bantuan, banyak yang luar, asli di Berau jarang dapat,” tegasnya. (*)
