BERAU TERKINI – Hujan yang mulai turun di Berau membantu tugas petugas dalam memadamkan api karhutla.

Cuaca hujan yang terjadi di Berau dalam beberapa pekan terakhir berdampak pada menurunnya jumlah titik api karhutla.

Beberapa daerah yang kerap menjadi titik panas dan timbulnya titik api karhutla kini mulai berkurang.

Menurut Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, kini titik panas dan titik api karhutla terbesar menyisakan wilayah Labanan.

Upaya pemadaman api karhutla Berau (Ist)
Upaya pemadaman api karhutla Berau (Ist)

“Sudah mulai menurun,” kata Rakhmadi Pasarakan, Jumat (2/10/2026).

“Namun setiap hari masih ada saja pemadaman. Kalau yang ditangani oleh Disdamkar terbanyak masih yang ditangani oleh Pos Labanan,” jelasnya.

Pihaknya memastikan akan terus berfokus memadamkan api karhutla bersama BPBD Berau dan sejumlah instansi lainnya meski curah hujan mulai turun di Berau.

Hujan Mulai Turun

Sebelumnya diberitakan, hujan mulai mengguyur wilayah Berau, cuaca ekstrem seperti angin kencang terjadi di Sambaling.

Wilayah Berau mulai diguyur hujan dalam beberapa pekan terakhir. Meski intensitas hujan tak besar dan durasi hujan cukup singkat.

Namun hujan yang mulai turun di Berau membawa angin segar di tengah kondidi karhutla yang masih melanda Berau.

Walau demikian, hujan di Berau kerap diikuti oleh fenomena angin kencang. Hal itulah yang terjadi pada Kamis (1/10/2026) kemarin di Sambaliung, Berau.

Hujan deras dan angin kencang di Teluk Semangka, Sambaliung, Berau pada Kamis (1/10/2026) menyebabkan atap rumah warga dan warung terbang. (Ist)
Hujan deras dan angin kencang di Teluk Semangka, Sambaliung, Berau pada Kamis (1/10/2026) menyebabkan atap rumah warga dan warung terbang. (Ist)

Angin kencang itu membuat atap sebuah rumah warga di Jalan Teluk Semangka, Kelurahan Sambaliung, rusak dan terbang ke bagian belakang rumah.

Beruntung kejadian pada pukul 14:20 WITA itu tak menimbulkan korban jiwa. Namun, rumah milik warga berinisial NU mengalami kerusakan pada bagian atap akibat diterjang angin kencang.

Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Berau, Nofian Hidayat, mengatakan pihaknya menerima laporan dari korban sekitar pukul 14.40 WITA.

“Setelah menerima laporan, personel langsung menuju lokasi untuk membantu korban,” ujar Nofian Hidayat.

Setibanya di lokasi, personel Damkarmat yang dipimpin Indra Sabti langsung melakukan penanganan bersama warga.

Petugas membersihkan material seng dan kayu balok yang berserakan setelah bagian atap rumah terlepas.

“Personel bersama warga membantu membersihkan seng dan kayu balok, kemudian memasang kembali rangka atap agar rumah bisa digunakan dan korban tidak kehujanan,” jelasnya.