BERAU TERKINI – Sebuah kejutan besar mewarnai panggung final Piala Dunia. Bek sayap Timnas Spanyol, Marc Cucurella, berada di ambang catatan sejarah yang sangat langka bersama raksasa Spanyol, Real Madrid.

Cucurella berpeluang masuk ke dalam “klub eksklusif” pemain yang berhasil menaklukkan dunia.

Uniknya, rekor ini bisa ia raih sebelum ia sempat menginjakkan kaki di Stadion Santiago Bernabéu atau mencatatkan satu menit pun penampilan resmi bersama Los Blancos.

Bek sayap Spanyol, Marc Cucurella mengangkat trofi piala dunia 2026. (x/@madrid_total2)
Marc Cucurella mengetes keaslian medali juara Piala Dunia 2026. (x/@_gjr7)

Daftar Sangat Eksklusif

Sejak Piala Dunia bergulir pada 1930, tercatat hanya 11 pemain yang mampu mengangkat trofi paling bergengsi tersebut saat berstatus aktif sebagai pemain Real Madrid.

Syaratnya mutlak: gelar juara harus diraih saat membela klub tersebut, bukan sebelum bergabung atau setelah hengkang.

Syarat ketat ini memangkas banyak nama legenda dunia.

Selebrasi pemain Spanyol saat angkat trofi Piala Dunia 2026 (fifa.com)
Selebrasi pemain Spanyol saat angkat trofi Piala Dunia 2026 (fifa.com)

Berikut jejak sejarah para juara dunia milik El Real dalam catatan Marca:

  • Günter Netzer (1974): Pelopor pertama asal Jerman Barat.
  • Jorge Valdano (1986): Pahlawan Argentina dengan torehan empat gol.
  • Christian Karembeu (1998): Pilar kokoh Timnas Prancis.
  • Roberto Carlos (2002): Bek kiri legendaris Brasil.
  • Generasi Emas Spanyol (2010): Iker Casillas, Sergio Ramos, Xabi Alonso, Álvaro Arbeloa, dan Raúl Albiol.
  • Sami Khedira (2014): Jenderal lapangan tengah Jerman.
  • Raphaël Varane (2018): Tembok pertahanan Prancis di Rusia.

Tembok Kokoh Tim Matador

Resmi direkrut Real Madrid dari Chelsea sebelum turnamen bergulir, Cucurella langsung membuktikan kapasitasnya. Ia menjadi satu-satunya wakil Los Blancos di skuad asuhan Luis de la Fuente.

Bermain penuh tanpa henti sepanjang turnamen, Cucurella menjadi fondasi penting di lini pertahanan Spanyol.

Performa impresifnya membawa Tim Matador melaju ke partai puncak sebagai tim dengan pertahanan terbaik.