BERAU TERKINI – Ruang Ruhui Rahayu di Kantor Gubernur Kalimantan Timur mendadak riuh. Selasa, (19/5/2026), Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud kembali berhadapan langsung dengan rakyatnya.
Kali ini, ratusan warga dari berbagai pelosok daerah di Kaltim menggelar aksi unjuk rasa dengan menamakan diri “Ketuk Pintu Gubernur”.
Kedatangan mereka membawa satu tuntutan besar yang sudah terpendam selama puluhan tahun: penyelesaian konflik Hak Guna Usaha (HGU) yang menjerat ruang hidup mereka.
Rakyat Menjerit: Diintimidasi Preman hingga Aparat Demi Kepentingan Korporasi
Aksi yang dikomandoi oleh Nina Iskandar ini menjadi panggung bagi warga Kecamatan Marangkayu, Jahab (Kutai Kartanegara), dan Long Mesangat (Kutai Timur) untuk menumpahkan kepedihan mereka.
Satu per satu perwakilan warga seperti Suyono, Muhtar, Basri, Aji, Hari, dan Joni Kristian bergantian bersuara di hadapan orang nomor satu di Kaltim tersebut.
Mereka membeberkan carut-marut tumpang tindih lahan masyarakat dengan HGU raksasa perusahaan minyak dan gas, perkebunan karet, sawit, hingga pertambangan batu bara.

Lebih miris lagi, warga mengaku kerap tak berdaya menghadapi dinding tebal birokrasi kementerian pusat dan Kanwil ATR/BPN Kaltim.
Ironisnya, mereka juga kerap mengalami intimidasi dari oknum preman hingga aparat keamanan yang pasang badan membela kepentingan korporasi.
Respons Tegas Gubernur Harum: Bentuk Tim Khusus dan Siap Ambil Tindakan
Mendengar langsung jeritan hati warganya yang telah bertahan dalam ketidakpastian selama puluhan tahun, Gubernur Rudy Mas’ud mengaku sangat prihatin sekaligus kagum dengan perjuangan mereka.
“Pertama saya sangat prihatin dengan kondisi yang dialami masyarakat. Saya juga apresiasi effort luar biasa masyarakat yang datang jauh-jauh dari Jahab, Long Mesangat, dan Marangkayu,” buka Gubernur Rudy Mas’ud emosional.
Tak ingin sekadar memberi janji manis, Gubernur Rudy Mas’ud langsung menginstruksikan warga untuk menyerahkan laporan dokumen secara lengkap. Ia menegaskan Pemprov Kaltim akan langsung membentuk Tim Khusus untuk menguliti masalah tersebut satu per satu.
“Kami akan sungguh-sungguh mempelajari dan segera membuat tim khusus. Tapi ingat, satu per satu, tidak bisa serentak. Sepanjang kewenangan berada di Pemprov Kaltim, saya akan mengambil langkah-langkah tegas sesuai regulasi!” tandas Gubernur Rudy Mas’ud.
Dalam audiensi krusial ini, gubernur didampingi oleh Plt Asisten I Andi Muhammad Ishak serta jajaran pimpinan OPD Pemprov Kaltim.
Setelah berdialog di dalam ruangan, Gubernur Rudy Mas’ud juga menyempatkan diri turun langsung menemui dan menyapa puluhan pengunjuk rasa yang setia menunggu di teras Kantor Gubernur.
