BERAU TERKINI – Presiden FIFA didesak mengundurkan diri, Gianni Infantino siapkan perlawanan.

FIFA memutuskan untuk menghentikan rencana program FIFA Forward Enterprise atau FFE.

Keputusan FIFA itu diambil usai sejumlah konfederasi sepakbola seperti UEFA, Concacaf hingga AFC menolak rencana FIFA “menjual” saham Piala Dunia.

Hal itu pun berdampak pada posisi Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA.

Sejumlah negara anggota FIFA menyuarakan agar Gianni Infantino mengundurkan diri sebelum pelaksanaan Kongres FIFA pada 2027 mendatang.

Namun Gianni Infantino tak ingin begitu saja melepaskan jabatannya.

Laporan dari Amerika Serikat menyebut, Gianni Infantino meminta bantuan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar dirinya masih bisa menjabat sebagai Presiden FIFA.

“Gianni Infantino dilaporkan akan menggelar rapat dengan tokoh senior di pemerintahan Donald Trump dan berharap dukungan agar bisa bertahan di FIFA,” tulis laporan jurnalis Ben Jacobs lewat akun X @JacobsBen

“Sebelumnya Gianni Infantino menelepon federasi sepakbola anggota FIFA dan berharap mendapatkan dukungan di tengah tekanan yang meminta dirinya mundur,” jelasnya.

Presiden FIFA Gianni Infantino (fifa.com)
Presiden FIFA Gianni Infantino (fifa.com)

Rencana Gagal FIFA

Sebelumnya diberitakan, Presiden FIFA Gianni Infantino punya ide besar soal pengelolaan Piala Dunia.

Melalui program FIFA Forward Enterpise atau FFE, FIFA berencana menjual saham minoritas kepada pihak swasta.

Nantinya dana penjualan saham itu akan digunakan untuk pengelolaan Piala Dunia serta untuk dana pengembangan kepada asosasi anggota FIFA.

Rencana itu pun ditolak mentah-mentah oleh konfederasi sepakbola seperti UEFA. Dalam keterangan resminya, UEFA menolak langkah FIFA yang hendak “menjual” Piala Dunia untuk kepentingan komersial.

Bahkan negara-negara anggota UEFA sepakat untuk memboikot ajang Piala Dunia jika rencana FIFA itu tetap bergulir.

“Piala Dunia tidak boleh dijadikan instrumen investasi, tidak boleh pengelolaannya dilepas kepada pihak swasta,” tulis keterangan resmi UEFA.

“UEFA memutuskan untuk tidak mengikuti kegiatan FIFA ermasuk Piala Dunia jika ide ini belum sepenuhnya dihentikan,” lanjutnya.

Selain UEFA, konfederasi sepakbola Amerika Utara dan Amerika Tengah yakni Concacaf juga menolak proposal FIFA.

Concacaf menilai proposal yang diajukan oleh FIFA tidak melewati perencanaan yang partisipatif dan transparan.

“Atas berbagai pertimbangan itu, Concacaf beserta 41 anggota konfederasi menegaskan untuk menolak proposal FIFA,” tulis keterangan resmi Concacaf.

Terbaru, giliran AFC yang buka suara soal rencana FIFA untuk meningkatkan komersialisasi Piala Dunia.

AFC menilai rencana FIFA melalui program FFE tidak transparan dan tidak partisipatif serta memiliki tenggat waktu yang pendek bagi negara anggota untuk memutuskan sikap.

Karena itu AFC pun meminta klarifikasi dari FIFA soal rencana FFE dan dampaknya untuk Piala Dunia mendatang.