BERAU TERKINI – Suasana penuh syukur dan semangat gotong royong mewarnai Festival Budaya Neppa Pade yang digelar di Kampung Inaran, Kecamatan Sambaliung, Selasa (21/7/2026).
Perayaan yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-258 Kampung Inaran itu semakin istimewa karena dirangkaikan dengan deklarasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Hal itu menjadikan Inaran sebagai kampung pertama di Kabupaten Berau yang berhasil menuntaskan lima pilar STBM.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk PT Berau Coal, yang selama lebih dari satu dekade mendampingi Kampung Inaran melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Community Relations Manager PT Berau Coal, Sulaiman, mengatakan, perusahaan telah mendukung pengembangan Kampung Inaran sejak 2015 melalui berbagai program peningkatan sanitasi dan penyediaan air bersih.

“Hari ini Kampung Inaran melaksanakan Festival Budaya Neppa Pade dalam rangka HUT ke-258 sekaligus deklarasi STBM. Kampung ini menjadi satu-satunya di Kabupaten Berau yang telah memenuhi lima pilar STBM,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama pendampingan tersebut, PT Berau Coal telah membantu pembangunan sekitar 80 unit jamban sehat, 60 unit tong sampah, Water Treatment Plant (WTP) beserta sarana pendukungnya, serta 26 unit Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) rumah tangga.
Menurutnya, seluruh program itu bertujuan membangun budaya hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat.
“Lima pilar STBM yang telah diterapkan meliputi stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, serta pengelolaan limbah cair rumah tangga,” jelasnya.
Sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Kampung Inaran sekaligus peringatan HUT ke-258, PT Berau Coal juga menyerahkan bantuan 10 unit tenda UMKM.
“Semoga bisa digunakan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kampung Inaran, Amirullah, menjelaskan, Festival Neppa Pade merupakan tradisi turun-temurun masyarakat sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah.
“Neppa Pade adalah budaya masyarakat sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen. Festival ini rutin kami laksanakan setiap tahun sejak 2014,” katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PT Berau Coal yang telah mendampingi kampungnya hingga berhasil menjadi kampung pertama di Berau yang mendeklarasikan STBM.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Berau Coal yang telah mendukung festival budaya ini dan membawa Kampung Inaran menuju deklarasi STBM 2026. Pendampingan sejak 2015 melalui penyediaan air bersih dan program sanitasi sangat berarti bagi masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Amirullah, pencapaian tersebut juga menjadikan Kampung Inaran sebagai kampung kedua di Kalimantan Timur yang berhasil mendeklarasikan lima pilar STBM secara lengkap.
“Ini prestasi yang membanggakan bagi masyarakat kampung kami,” tuturnya.
Apresiasi juga disampaikan Asisten III Sekretariat Kabupaten Berau, Maulidiyah, yang menilai keberhasilan Kampung Inaran patut menjadi contoh bagi kampung-kampung lain di Berau.

“Kami berharap komitmen ini terus dipertahankan. Kampung Inaran bisa menjadi pilot project STBM, sehingga kecamatan maupun seluruh kepala kampung dapat mencontoh bagaimana membangun budaya hidup bersih dan sehat di masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, menyebut, keberhasilan Kampung Inaran menjadi bukti semangat masyarakat menjadi faktor utama dalam mewujudkan lingkungan sehat.
Dari 110 kampung di Berau, Inaran menjadi pionir deklarasi STBM.
Padahal jika dilihat, dari luas wilayah dan jumlah penduduk, Inaran merupakan kampung yang relatif kecil.
“Namun, semangat masyarakatnya luar biasa dalam mengimplementasikan STBM seperti konsep di negara maju,” katanya.
Ia menegaskan STBM bukan sekadar membiasakan cuci tangan menggunakan sabun, tetapi juga mencakup pengelolaan limbah cair rumah tangga, pengelolaan sampah, hingga pengelolaan air minum dan makanan yang aman.
“Semoga Kampung Inaran menjadi inspirasi bagi kampung-kampung lain di Kabupaten Berau untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan lingkungan yang bersih,” pungkasnya. (*/Adv)
