BERAU TERKINI – Wakil Bupati Berau, Gamalis, menanggapi persoalan antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU di Bumi Batiwakkal.

Saat ditanya mengenai rencana meninjau langsung kondisi antrean BBM masyarakat, Gamalis menyebut pemerintah daerah sebelumnya telah melakukan pemantauan dan evaluasi melalui jajaran terkait.

Gamalis mengatakan, hasil pemantauan di lapangan telah dilaporkan dan menjadi bahan koordinasi bersama pihak terkait, termasuk Pertamina.

Sejumlah temuan bahkan telah ditindaklanjuti melalui kebijakan untuk membantu mengurai antrean.

Pemkab Berau lakukan sidak antrean BBM di SPBU, Senin (31/8/2026). (IST)
Pemkab Berau lakukan sidak antrean BBM di SPBU, Senin (31/8/2026). (IST)

“Karena kemarin kawan-kawan sudah meninjau dan ditemukan beberapa kasus, saya sudah laporan juga ke Pertamina,” ujar Gamalis kepada Berauterkini.

Salah satu kebijakan yang telah diterapkan yakni pembatasan pembelian BBM non-subsidi jenis Pertamax bagi kendaraan roda empat menjadi maksimal 25 liter.

Menurut Gamalis, kebijakan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pengisian, sehingga antrean kendaraan di SPBU tidak semakin panjang.

“Yang 25 liter itu kemarin kita sarankan agar supaya mengurai antrean. Kalau 40 liter agak panjang, dengan 25 liter kan lebih cepat,” jelasnya.

Meski demikian, Gamalis menyebut dirinya masih memiliki agenda lain yang menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya terkait dampak kabut asap dan peningkatan kasus ISPA di Berau.

“Hari ini saya konsentrasi ke sini lagi, karena efek ISPA ini, efek kabut asap ini belum lagi,” katanya.

Gamalis memastikan persoalan antrean BBM tetap menjadi perhatian Pemkab Berau. 

Pemerintah daerah juga akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melihat perkembangan kondisi distribusi BBM di lapangan. (*)