BERAU TERKINI – Aksi demonstrasi terjadi di Kantor Pusat PLN merespons pemadaman listrik yang kerap terjadi di Sumatera dan Kalimantan.

Ratusan orang melakukan aksi demonstrasi di Kantor Pusat PLN, Jakarta Selatan pada Senin (6/7/2026) kemarin.

Dilansir laporan CeriNews.id, aksi demonstrasi itu diwarnai dengan aksi menutup jalan utama pintu masuk Kantor Pusat PLN.

Mereka memprotes kinerja PT PLN dengan melakukan aksi “menyegel” Kantor Pusat PLN.

Belakangan diketahui, aksi demonstrasi itu dilakukan oleh massa yang mengatasnamakan Front Pemuda Kalimantan & Sumatera.

Mereka mengkritik layanan PLN yang membuat pemadaman listrik bergilir di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Dalam aksi itu, massa aksi menuntut adanya investigasi dalam operasional di internal PT PLN.

Menurut massa aksi, jajaran Direksi PLN bertanggung jawab atas pemadaman listrik bergilir yang sempat terjadi pada bulan Juni 2026 lalu.

Konferensi pers Dirut PLN Darmawan Prasodjo (YouTube/Sekretariat Presiden)
Konferensi pers Dirut PLN Darmawan Prasodjo (YouTube/Sekretariat Presiden)

Untuk diketahui, pada bulan Juni 2026 lalu Dirut PLN Darmawan Prasodjo meminta maaf atas pemadaman bergilir yang terjadi di Pulau Jawa.

Sejumlah daerah di Pulau Jawa mengalami mati listrik dan pemadaman bergilir pada pekan lalu.

Kondisi itu terjadi akibat menipisnya stok dan pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik di sistem kelistrikan di Pulau Jawa.

Dirut PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan permintaan maaf atas pemadaman bergilir yang terjadi. Dia menyebut proses normalisasi pembangkit serta pasokan terus dilakukan agar pemadaman bergilir bisa dihentikan.

Hal itu ia sampaikan dalam keterangan pers usai dipanggil Presiden Prabowo ke Istana Negara, Jakarta Senin (22/6/2026).

“Kami ingin menyampaikan kabar baik, bahwa pemadaman bergilir yang terjadi minggu lalu di Pulau Jawa, mulai kemarin kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai membaik,” ujar Darmawan Prasodjo dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden.

“Dan pemadaman bergilir berhasil diminimalisir, kami ingin mohon maaf kepada masyarakat, karena ketidaknyamanan dengan terjadinya pemadaman bergilir tersebut,” jelasnya.

Dia menjelaskan, saat ini PLN bekerja keras atau all out guna memastikan pasokan listrik kembali normal. Menurutnya, salah satu pembangkit listrik besar yang sempat mengalami gangguan teknis kini sudah berangsur normal.

“Kemudian hari Jumat kami menyampaikan ada dua pembangkit besar milik mitra kami yang mengalami kendala teknis, dan kami menurunkan tim dari PLN untuk melakukan perbaikan, dan tadi malam satu pembangkit besar berhasil dipulihkan,” ujarnya.

“Kami melakukan upaya all out 24 jam 7 hari seminggu, agar perbaikan keandalan sistem listrik di Jawa ini bisa terus terjaga dan bahkan ditingkatkan,” ucapnya.