BERAU TERKINI – Polda Kaltim menambah jumlah personel pengamanan gabungan dari semula 1.700 menjadi 2.556 personel untuk mengawal aksi Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim 21 April 2026 hari ini.

Personel tersebut yang akan ditugaskan untuk mengawal pengamanan di dua titik aksi, yakni di kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada dan kantor DPRD Kaltim di Karang Paci.

Selain itu, objek vital lainnya di sekitar lokasi aksi akan menjadi perhatian penuh personel dengan harapan unjuk rasa berjalan tertib.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro mengatakan, seluruh aspek pengamanan telah difinalisasi, mulai dari kekuatan personel hingga sarana dan prasarana pendukung, termasuk teknik pengamatan di lapangan.

“Hari ini (kemarin) kita sudah lakukan finalisasi, baik dari sisi personel, sarana-prasarana, hingga teknik pengamatan,” ujarnya, dalam laporan yang disiarkan Sapos.

Polda Kaltim menggelar apel pasukan untuk pengamanan aksi massa 21 April 2026. (Facebook/Korem 091/Aji Surya Natakesuma)
Polda Kaltim menggelar apel pasukan untuk pengamanan aksi massa 21 April 2026. (Facebook/Korem 091/Aji Surya Natakesuma)

Menurut Endar, pembagian tugas masing-masing personel telah diatur secara proporsional, menyesuaikan dengan potensi jumlah massa yang hadir.

Ia menegaskan, pendekatan yang digunakan dalam pengamanan tetap mengedepankan prinsip humanis.

“Paradigma kita adalah pelayanan, bukan konfrontasi. Kita kedepankan pendekatan humanis, preemtif, dan preventif agar kegiatan penyampaian aspirasi bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian juga menyiapkan sejumlah sarana pengamanan, termasuk pemasangan pagar pembatas.

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah potensi gangguan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Pagar itu bukan untuk membatasi secara berlebihan, tapi sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi hal-hal negatif,” jelasnya.

Terkait penggunaan gas air mata, Endar menegaskan bahwa hal tersebut merupakan opsi terakhir yang hanya akan digunakan sesuai dengan eskalasi situasi di lapangan.

“Gas air mata ada tahapan dan kriterianya. Jika tidak diperlukan, tentu tidak akan digunakan,” tambahnya.

Ia juga mengimbau seluruh pihak untuk menjaga ketertiban dan tidak memanfaatkan aksi unjuk rasa untuk kepentingan negatif.

“Kami mengajak semua pihak untuk bertanggung jawab. Jika ada potensi gangguan, segera informasikan kepada petugas agar situasi tetap aman, damai, dan kondusif,” pesannya.

Sementara itu, unsur TNI turut dilibatkan dalam pengamanan. Dukungan dari Korem, Kodim, hingga satuan bantuan lainnya disiapkan untuk membantu tugas kepolisian di lapangan.

Sinergi antara TNI dan Polri diharapkan mampu memastikan jalannya aksi berlangsung tertib tanpa mengganggu stabilitas keamanan di Kalimantan Timur.