BERAU TERKINI – Produk madu hutan asal Kabupaten Berau kembali menunjukkan daya tariknya di pasar internasional. 

Hal itu terlihat dari kedatangan seorang pembeli asal Czechia (Ceko) yang secara langsung mengunjungi Rumah Kemas King Madu Borneo milik PT King Borneo Mandiri.

Owner King Madu Borneo, Farida, mengatakan, kunjungan tersebut menjadi momen istimewa karena pembeli asal Ceko itu tidak hanya datang untuk membeli madu.

Namun, pembeli itu juga ingin melihat secara langsung produk serta proses perlebahan yang dikembangkan di Kalimantan.

WhatsApp Image 2026 08 17 at 13.59.08 e1786955947902

“Beliau memang buyer dari Ceko dan ternyata juga pebisnis madu di negaranya. Jadi kami banyak bertukar cerita tentang madu, mulai dari karakter pasar, proses produksi, sampai pengalaman masing-masing dalam dunia perlebahan,” ujar Farida.

Menurutnya, salah satu hal yang paling menarik perhatian sang buyer adalah koloni Trigona atau lebah tanpa sengat.

Pembeli tersebut mengaku baru pertama kali melihat secara langsung koloni stingless bee beserta madunya.

“Beliau sangat excited saat melihat box koloni Trigona. Katanya ini pengalaman pertamanya melihat langsung stingless bee dan koloninya,” tuturnya.

Pertemuan yang awalnya berlangsung sederhana itu bahkan berujung pada transaksi. 

Sang pembeli mencicipi sekaligus memborong seluruh varian madu yang tersedia di Rumah Kemas King Madu Borneo.

Adapun varian yang dibawa antara lain Yellow Forest Honey, Black Forest Honey, dan Trigona Honey.

Farida menyebut kunjungan tersebut menjadi bukti produk madu lokal Berau memiliki peluang untuk dikenal lebih luas, termasuk oleh pasar mancanegara.

“Dari hutan Kalimantan kami bisa berbagi cerita, sementara dari Ceko kami mendapatkan perspektif baru. Ternyata berbeda negara, tetapi sama-sama punya kecintaan terhadap madu,” katanya.

Tak hanya membawa madu, sang pembeli juga turut membawa minyak urut khas Dayak sebagai oleh-oleh untuk bekal perjalanan.

Farida berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai transaksi semata, tetapi dapat menjadi awal terbukanya peluang kerja sama dan pasar yang lebih luas bagi produk madu asal Berau.

“Semoga ini menjadi awal dari cerita dan kolaborasi yang lebih panjang. Kami ingin produk dari Berau, khususnya madu hutan Kalimantan, semakin dikenal sampai ke dunia,” tegasnya.

Kunjungan pembeli asal Ceko tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa kekayaan hasil hutan non-kayu Kalimantan, khususnya madu, memiliki potensi untuk menjadi produk unggulan yang mampu menjembatani pelaku UMKM lokal dengan pasar global. (*/Adv)