BERAU TERKINI – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Berau menggelar Bimbingan Teknis Indeks Inovasi Daerah 2026.

Langkah ini diambil guna mengejar ketertinggalan nilai agar Kabupaten Berau dapat menyabet predikat daerah inovatif.

Kepala Bapperida Berau, Endah Ernany Triariani, membeberkan, pada 2025, nilai Indeks Inovasi Berau hanya mencapai 32,47. 

Nilai tersebut belum memenuhi ambang batas kategori inovatif dari Kemendagri, yakni minimal 35.

“Sehingga terdapat poin yang kurang yaitu 2,52 poin. Meskipun sedikit, tetapi kita berada di kabupaten yang kurang inovatif,” ungkap Endah.

Endah menambahkan, Indeks Inovasi Daerah kini juga menjadi salah satu indikator penilaian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) pada aplikasi SIMONA Kemendagri. 

Pihaknya optimistis, setiap OPD sebenarnya memiliki beragam terobosan, hanya saja belum dilaporkan secara resmi.

“Sehingga, pada hari ini kita berkumpul bersama, berharap bapak ibu dapat mengikuti dengan saksama bimtek ini sehingga dapat melakukan input terhadap inovasi-inovasi yang ada di OPD bapak ibu semua,” jelasnya.

Melalui bimtek berbasis regulasi daerah dan nasional ini, Bapperida membekali OPD dengan tata cara penyusunan dan pelaporan inovasi secara tepat waktu demi mendongkrak skor daerah.

“Diharapkan setelah bimtek ini, Indeks Inovasi Kabupaten Berau akan dapat menjadi kabupaten yang inovatif,” pungkas Endah. (*)