BERAU TERKINI – Aktivitas nelayan dan wisatawan yang padat di perairan Pulau Derawan menjadi perhatian serius Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Berau.
Patroli intensif digencarkan untuk mencegah gangguan keamanan, praktik penangkapan ikan ilegal (illegal fishing), hingga kerusakan ekosistem laut.
Kasatpolair Polres Berau, AKP Musjaya, mengatakan, Perairan Pulau Derawan menjadi salah satu titik penting yang perlu mendapat perhatian karena merupakan jalur aktivitas nelayan sekaligus destinasi wisata unggulan di Berau.
Tingginya aktivitas di kawasan tersebut dinilai berpotensi memunculkan berbagai gangguan keamanan dan keselamatan, termasuk praktik penangkapan ikan secara ilegal yang dapat mengancam kelestarian ekosistem laut.
“Kami ingin memberikan rasa aman serta meminimalisasi potensi gangguan kamtibmas dan perusakan lingkungan,” ujar Musjaya, Jumat (23/10/2026).
Tak hanya melakukan pengawasan, patroli tersebut juga menjadi sarana bagi kepolisian untuk menyerap aspirasi masyarakat pesisir dan pelaku usaha wisata.
Dalam dialog bersama petugas, masyarakat berharap frekuensi patroli dapat ditingkatkan, terutama di titik-titik yang ramai aktivitas wisatawan dan nelayan.
Imbauan keselamatan juga dinilai penting untuk mengantisipasi kecelakaan laut serta mencegah kerusakan terumbu karang.
Menindaklanjuti masukan tersebut, Satpolair Polres Berau akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi dalam menyusun jadwal patroli secara berkala, khususnya pada lokasi yang dinilai rawan.
Selain meningkatkan pengawasan, petugas juga akan mengintensifkan edukasi keselamatan berlayar kepada nelayan, penyedia jasa transportasi air, dan wisatawan.
“Kami harap patroli ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam beraktivitas di laut dengan tetap mengutamakan keselamatan,” jelasnya.
Di sisi lain, masyarakat pesisir juga didorong untuk aktif melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi praktik illegal fishing maupun aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan laut. (*)
