BERAU TERKINI – BMKG Berau memprediksi musim hujan akan terjadi pada November mendatang.
Sudah lebih dari tiga bulan warga Berau, Kaltim terdampak oleh kabut asap dari aktivitas karhutla.
Bahkan dalam beberapa hari di bulan September dan awal Oktober, kabut asap yang pekat membuat jarak pandang terbatas.
Tak hanya berdampak pada kesehatan, kabut asap juga berdampak pada aktivitas masyarakat.

Sejumlah penerbangan dari dan menuju Berau harus ditunda atau dibatalkan imbas kabut asap. Murid sekolah juga menjalani belajar dari rumah atau BDR imbas kualitas udara yang memburuk.
Beberapa agenda dan event di Berau juga harus ditunda atau bahkan dibatalkan imbas kabut asap karhutla.
Namun kini, kabut asap perlahan mulai menghilang. Hujan juga mulai turun di wilayah Berau dan sekitarnya.
Terbaru, BMKG Berau memprediksi musim hujan akan segera tiba di Berau.
Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi menjelaskan, saat ini Berau memasuki musim pancaroba atau peralihan menuju musim hujan.
Adapun musim hujan diprediksi akan terjadi pada bulan November mendatang.
Di mana berdasarkan prediksi musim hujan di Berau, awal musim hujan bervariasi dari periode Oktober Dasarian III hingga November Dasarian II.

Prediksi awal musim hujan pada Oktober Dasarian III dimulai dari sebagian kecil Kecamatan Kelay bagian utara.
Kemudian pada November Dasarian I, wilayah yang akan diguyur hujan di antaranya Kecamatan Pulau Derawan, Maratua, sebagian Tanjung Redeb, sebagian Gunung Tabur bagian timur, sebagian Sambaliung bagian utara, dan Kecamatan Tabalar.
Pada November Dasarian II, Kecamatan Teluk Bayur, sebagian Gunung Tabur bagian barat, sebagian Sambaliung bagian barat dan selatan.
Kemudian sebagian kecil Segah bagian timur, sebagian Tabalar, Biatan, Talisayan, Batu Putih, Biduk-Biduk yang akan gantian diguyur hujan.
Ade Heryadi mengatakan, untuk saat ini intensitas hujan yang terjadi di Berau dalam taraf ringan dan sedang serta pesebaran yang belum merata di semua wilayah di Berau.
“Saat ini curah hujan yang turun belum merata di seluruh wilayah Berau dengan intensitas ringan sampai sedang,” ungkapnya kepada Berauterkini, Jumat (30/10/2026).
“Saat ini masih dalam periode pancaroba atau transisi dari musim kemarau ke musim hujan,” katanya.
