Reporter : Sulaiman
|
Editor : Suriansyah

TANJUNG REDEB – Bupati Kabupaten Berau, Sri Juniarsih, menyerahkan langsung Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani (poktan), di Kantor Balai Benih Utama Padi dan Hortikultura di Kampung Sei Bebanir Bangun, Kecamatan Sambaliung.

Adapun unit yang diberikan diantaranya, Traktor roda 4 sebanyak 3 unit, Traktor roda 2 sebanyak 10 unit, 19 unit pompa air dan 5 buah Handspryer.

Selain itu, di sektor peternakan Umi Sri juga membagikan bibit ternak kambing bagi para petani dan sekaligus memastikan pembangunan irigasi bagi para petani di Kampung Bangun, Sambaliung.

“Pemberian bantuan ini ingin memastikan ketahanan pangan daerah dapat tercukupi di tengah ancaman cuaca ekstrim,” kata Umi Sri.

Umi menyampaikan, ke depan tantangan sektor pertanian akan semakin berat. Ancamannya krisis pangan. Sehingga dibutuhkan kreativitas dan keuletan para petani dalam memastikan produksi palawija dapat diproduksi di daerah.

“Seperti yang kita ketahui, cuaca ekstrem dan ancaman gagal panen, akhir-akhir ini menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh para petani kita,” ujarnya.

Pesannya kepada dinas terkait, untuk melakukan identifikasi dini ihwal tantangan pertanian di masa yang akan datang, termasuk memberikan pendampingan terhadap para kelompok tani di setiap kampung di Berau.

Kemudian, penting pula bagi dinas dan stakeholder terkait untuk memastikan program yang tepat sasaran, agar dapat menstimulus lahirnya petani baru yang saat ini menjadi pekerjaan yang kurang diminati.

“Lakukan juga langkah-langkah dalam mengatasi alih fungsi lahan, antisipasi kekeringan dan kurangnya SDM petani,” sarannya.

Ke depan, pihaknya mencanangkan program hilirisasi hasil alam yang nantinya dapat diproduksi sendiri oleh Berau.

Bila memungkinkan, Berau dapat mengambil peran untuk melakukan ekspor pangan ke wilayah di Indonesia.

Umi menyampaikan, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau sangat berkomitmen dalam meningkatkan ekonomi masyarakat dengan optimalisasi sektor hilir sumber daya alam dan pertanian dalam arti luas yang berbasis kerakyatan, dengan perluasan lapangan kerja dan pengembangan usaha berbasis kearifan lokal.

“Agar kiranya dapat memanfaatkan alat-alat ini sesuai dengan fungsinya dan merawat alat-alat ini dengan sebaik-baiknya, agar dapat dimanfaatkan untuk waktu yang lama,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau, Junaidi, menyampaikan bahwa hal ini menjadi upaya menyukseskan komitmen Pemkab Berau dalam rangka membantu kelompok tani, sehingga dapat memaksimalkan alsintan tersebut untuk tanaman pangan.

Sebab, selain sektor wisata, Berau juga akan disiapkan menjadi salah satu daerah penyuplai pangan ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

“Semoga bisa mempertahankan lahan-lahannya untuk tanaman pangan yang bisa menjadi komoditi,” saran dia. (*/ADV)