BERAU TERKINI – Tim Manggala Agni meminta warga Berau untuk tak membakar lahan di tengah musim kemarau panjang.

Musim kemarau panjang di Berau berdampak pada meluasnya karhutla.

Tim gabungan dari Disdamkarmat Berau, BPBD Berau, Manggala Agni hingga TNI Polri berjibaku tiap hari memadamkan api.

Meski hujan mulai turun di beberapa wilayah Berau, namun titik panas (hotspot) tak sepenuhnya hilang.

Perwakilan Pondok Kerja Berau Manggala Agni KAL-XIII/Sangkima, Willy Rizwana, mengatakan pihaknya masih bekerja keras memadamkan api karhutla.

“Kalau untuk sekarang ini, sebenarnya sudah berkurang cuma masih ada beberapa titik yang masih menyala,” kata Willy Rizwana.

Perwakilan Pondok Kerja Berau Manggala Agni KAL-XIII/Sangkima, Willy Rizwana. (Adrikni/BT)
Perwakilan Pondok Kerja Berau Manggala Agni KAL-XIII/Sangkima, Willy Rizwana. (Adrikni/BT)

“Jadi di beberapa wilayah itu memang sudah banyak berkurang, daerah Batu-Batu sampai ke Tanjung Batu itu masih sangat lumayan kebakarannya,” jelasnya.

Willy Rizwana pun mengimbau kepada warga untuk tetap disiplin dan tidak melakukan pembakaran lahan.

Dia menyebut, jika membakar lahan di momen saat ini maka penyebaran api karhutla bisa kembali meluas.

“Himbauan kami dari Manggala Agni, masyarakat Berau agar jangan membakar sama sekali,” imbaunya.

Penghargaan dari Pemkab Berau

Sebelumnya diberitakan, Pemkab Berau memberikan penghargaan kepada pihak yang berperan mengatasi karhutla.

Upacara HUT Berau digelar dengan khidmat di Lapangan GOR Pemuda, Tanjung Redeb, Selasa (15/9) kemarin.

Acara yang digelar dengan sederhana namun penuh makna itu menandai usia Kabupaten Berau ke-73 dan Kota Tanjung Redeb ke-216.

Bupati Berau Sri Juniarsih menyampaikan sejumlah prestasi yang diraih oleh Pemkab Berau.

Namun, Sri Juniarsih juga mengakui sejumlah tantangan yang dihadapi oleh Pemkab Berau dan warga Berau khususnya mengenai penanganan karhutla.

Diketahui sudah dua bulan terakhir api karhutla tak kunjung padam, kabut asap akibat kebakaran juga masih menyelimuti sejumlah wilayah di Berau.

“Kita memperingati hari jadi dalam suasana yang tidak sepenuhnya mudah,” kata Sri Juniarsih.

“Saat ini Kabupaten Berau sedang menghadapi musim kemarau yang cukup panjang, meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan serta munculnya kabut asap di sejumlah wilayah,” jelasnya.

Dirinya pun menyampaikan apresiasi atas kerja keras para petugas gabungan, baik Disdamkarmat Berau, BPBD Berau dan TNI Polri hingga masyarakat serta perusahaan yang bahu membahu memadamkan api karhutla.

hut berau 1

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih, apresiasi, dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh unsur petugas dan relawan pemadam kebakaran yang selama ini berdiri di garda terdepan, berjuang sekuat tenaga siang dan malam,” katanya.

Tak hanya menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi para petugas gabungan di garda terdepan, Pemkab Berau juga menyerahkan penghargaan.

Piagam penghargaan diberikan kepada berbagai pihak yang turut terlibat dalam proses penanganan karhutla di Berau.

Mereka yang mendapatkan penghargaan di antaranya Kodim 0902 Berau, Skadron 13/Amur Balottama Yudha lalu Batalyon Armed 18 Buritkang.

Kemudian Polres Berau, Kompi 3 Batalion C Pelopor, Stamet Kalimarau Berau, UPTD KPHP Berau Utara, dan PMI Berau.

Penghargaan juga diberikan kepada Manggala Agni KAL-XIII/Sangkima, Balai Wilayah Sungai Kalimantan 4 Samarinda, Balai Wilayah Sungai Kalimantan Tanjung Selor, BPBD Berau, Disdamkarmat Berau.

Kemudian Masyarakat Peduli Api (MPA), Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Labanan, PT Berau Coal. PT Hutan Sanggam Berau, PT Yudha Wahana Abadi dan Kecamatan Segah.