BERAU TERKINI – Ketidakpastian dunia kerja menjadi titik balik bagi Erna Istana Saputri untuk membangun usaha sendiri.
Ketika pekerjaan di perusahaan tambang tak lagi memberikan kepastian seperti sebelumnya, Erna memilih mencari sumber penghasilan baru dengan membuka Kedai Dinihari.
Usaha tersebut mulai dijalankan sejak Mei 2024. Berbeda dari kedai pada umumnya, Erna memilih waktu berjualan yang cukup unik, yakni sejak pukul 03.00 WITA hingga menjelang salat Subuh.
Pilihan waktu tersebut bukan tanpa alasan. Erna melihat adanya aktivitas masyarakat yang sudah dimulai sejak dini hari, terutama para pekerja tambang yang mencari berbagai kebutuhan sebelum berangkat bekerja.
“Saya hanya berjualan offline di dini hari, membersamai dimulainya aktivitas para pekerja tambang yang mencari perbekalan untuk memulai kerja,” ujar Erna.

Sebelum membuka usaha, Erna mengaku kondisi pekerjaan di sektor pertambangan mulai dirasakannya tidak lagi menjanjikan.
Sistem kerja yang tidak permanen dengan kontrak tiga bulanan serta tidak adanya pesangon membuatnya mulai memikirkan alternatif sumber penghasilan.
Dari situlah ide untuk membangun usaha mandiri mulai dijalankan. Meski tidak memiliki latar belakang pendidikan tata boga, Erna terus meningkatkan kemampuannya.
Ia telah memiliki sertifikat barista yang diperolehnya melalui pelatihan dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau.
Pelatihan tersebut menjadi salah satu dukungan yang diterimanya selama menjalankan usaha.
Selain pelatihan barista, Erna juga pernah mendapatkan fasilitas tenda dari Diskoperindag Berau untuk mendukung kegiatan berjualan.
Namun, perjalanan Kedai Dinihari tidak selalu berjalan mulus. Salah satu kendala yang masih dihadapi Erna adalah persoalan izin ketika hendak mengikuti kegiatan Car Free Day (CFD).
Kendala serupa, menurutnya, juga kerap ditemui ketika ingin berjualan di lokasi lainnya.
Dari sisi legalitas, Kedai Dinihari saat ini telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
“Kalau untuk mengurus PIRT, masih terkendala satu persyaratan. Haru ada tempat khusus untuk produksi,” terangnya.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah Erna untuk mengembangkan usahanya.
Untuk masyarakat yang ingin membeli produk Kedai Dinihari, Erna membuka meja jualan di depan Pasar Sayur Teluk Bayur mulai pukul 03.00 WITA hingga menjelang salat Subuh.
Di luar jam tersebut, pelanggan tetap dapat melakukan pemesanan secara online melalui WhatsApp, Instagram, maupun Facebook.
Nama Kedai Dinihari sendiri dipilih untuk menggambarkan identitas usaha yang memang hadir ketika sebagian besar masyarakat masih terlelap.
Bagi Erna, dini hari justru menjadi waktu ketika aktivitas sebagian masyarakat Berau mulai bergerak.
Berawal dari sebuah kebutuhan untuk bertahan, Erna perlahan membangun usaha yang memiliki ciri khas tersendiri di tengah aktivitas dini hari masyarakat Teluk Bayur. (*/Adv)
