BERAU TERKINI – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau menegaskan pentingnya sinergi lintas sektoral dalam menyukseskan setiap agenda besar di daerah.
Langkah kolaboratif ini kembali dimatangkan menyusul rencana gelaran sejumlah ajang bergengsi dalam waktu dekat, salah satunya Maratua Musik Festival (M2F).
Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran, mengungkapkan, pihaknya rutin membangun komunikasi intensif dengan instansi teknis, seperti Diskoperindag, Disbudpar, hingga DLHK guna memastikan kesiapan acara dari berbagai lini.
“Apa pun kegiatan-kegiatan yang ada di Kabupaten Berau, itu pasti kami ada hubungannya dengan pariwisata, dengan perdagangan, dengan lingkungan, segala macam. Pasti ada, pasti berkomunikasi lah,” ujar Nanang kepada Berauterkini, Kamis (18/6/2026).
Melalui keterpaduan antar-instansi ini, setiap dinas dipastikan saling mengawal jalannya acara sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.
Khusus untuk ajang wisata berskala besar, seperti M2F, Nanang menyebut momentum tersebut akan dioptimalkan sebagai wadah strategis untuk menjaring para investor baru.
Guna memikat para pemodal, pemerintah daerah mengandalkan Perda Nomor 8 Tahun 2024 tentang Kemudahan Penanaman Modal dan Investasi.
Aturan ini memuat berbagai skema insentif nyata demi menciptakan iklim usaha yang kondusif, aman, dan berdaya saing tinggi.
“Strateginya pasti ada. Jaminan dari kita, daerah, membuat nyaman mereka,” ungkap Nanang.
Tidak hanya mengandalkan aturan daerah, iklim investasi di Bumi Batiwakkal kini juga diperkuat oleh payung hukum nasional, yakni Peraturan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Nomor 3 Tahun 2025.
Regulasi tersebut secara tegas mewajibkan korporasi atau usaha skala besar untuk melibatkan pelaku usaha lokal dalam rantai bisnis mereka.
“Dia punya kewajiban untuk menggandeng usaha-usaha di Berau seperti UMKM,” pungkas Nanang. (*)
