BERAU TERKINI — Berau Divers menyelenggarakan seminar Breath of Berau bertajuk “Mengenal Freediving, Keselamatan Menyelam, dan Konservasi Laut Berau” di Pour Cafe, Tanjung Redeb, Kamis (22/10/2026). 

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi untuk memperkenalkan dunia freediving, mengapresiasi keindahan bawah laut, serta mendorong kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem laut Berau.

Berau Divers menghadirkan rangkaian pembahasan yang menghubungkan keselamatan saat menyelam, eksplorasi dan dokumentasi keindahan bawah laut, hingga pentingnya menjaga kelestarian lingkungan laut. 

Ketiga aspek tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam membangun aktivitas bahari yang aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

Acara yang didukung Berau Coal dan Pemerintah Kabupaten Berau ini menghadirkan tiga narasumber dengan keahlian yang saling melengkapi.

Mereka adalah Erga Pangesea dari Apnea Experience; Spesialis Underwater Photography dan Videography sekaligus pemilik Green Nirvana Resort, Ivandrian Gunawan; serta Kepala UPTD KKP3K KDPS, Didik Riyanto.

Seminar Breath of Berau yang digelar Komunitas Berau Divers di Pour Cafe, Tanjung Redeb, Kamis (22/10/2026). (IST)
Seminar Breath of Berau yang digelar Komunitas Berau Divers di Pour Cafe, Tanjung Redeb, Kamis (22/10/2026). (IST)

Sebagai instruktur freediving dari Apnea Experience, Erga Pangesea membahas pentingnya dive safety dan penerapan buddy system dalam aktivitas freediving. 

Ia menekankan, keselamatan merupakan fondasi utama sebelum seseorang mengeksplorasi dunia bawah laut. 

Selain kemampuan menyelam dan menahan napas, freediving membutuhkan pemahaman risiko, kedisiplinan, serta komitmen untuk saling menjaga keselamatan bersama rekan selam.

Pembahasan kemudian berlanjut pada keindahan bawah laut Berau melalui perspektif fotografi dan videografi bawah air yang dibawakan Ivandrian Gunawan. 

Dengan kekayaan bahari yang dimiliki Berau, termasuk kawasan Maratua, dokumentasi bawah air menjadi salah satu cara untuk mengabadikan sekaligus memperkenalkan keindahan laut kepada khalayak yang lebih luas. 

Melalui karya visual, potensi wisata bahari dapat semakin dikenal dan apresiasi terhadap kehidupan bawah laut dapat terus tumbuh.

Terakhir, Didik Riyanto membawa peserta pada pembahasan mengenai konservasi laut dan pentingnya menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir serta laut. 

Keindahan bawah laut tidak terlepas dari kehidupan berbagai biota dan keseimbangan ekosistem yang mendukungnya. 

Karena itu, keterlibatan masyarakat, komunitas, dan pelaku wisata bahari menjadi penting dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mendorong pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Erga Pangesea dari Apnea Experience.
Erga Pangesea dari Apnea Experience

Serangkaian materi tersebut membawa pesan utama Breath of Berau, yakni menyelam dengan aman, mengenal dan mengapresiasi keindahan bawah laut, kemudian mengambil bagian dalam menjaganya. 

Aktivitas bahari tidak hanya tentang pengalaman menjelajahi laut, tetapi juga tentang memahami tanggung jawab terhadap lingkungan yang menjadi bagian dari pengalaman tersebut.

Sebagai daerah dengan potensi wisata bahari yang besar, Berau memiliki kekayaan alam bawah laut yang perlu diperkenalkan sekaligus dijaga. 

Melalui kegiatan ini, Berau Divers berupaya membuka ruang belajar dan kolaborasi yang mempertemukan pengetahuan tentang keselamatan menyelam, kreativitas dalam mendokumentasikan keindahan laut, serta kesadaran terhadap pentingnya konservasi.

Lebih dari sekadar seminar, Breath of Berau menjadi bagian dari upaya Berau Divers untuk mendorong masyarakat mengenal laut lebih dekat, menikmati potensinya secara bertanggung jawab, dan turut menjaga keberlanjutan kehidupan laut bagi generasi mendatang. (*)