BERAU TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau mendorong agar perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat segera menyentuh seluruh wilayah, terutama kawasan pedalaman serta daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Langkah pemerataan ini dinilai krusial mengingat asas keadilan pemenuhan gizi bagi anak-anak di Bumi Batiwakkal.

Saat ini, operasional program MBG baru berjalan di wilayah perkotaan yang meliputi Kecamatan Tanjung Redeb, Sambaliung, Gunung Tabur, dan Teluk Bayur. 

Sementara untuk wilayah pesisir, program ini baru menyasar Kecamatan Talisayan melalui Yayasan Pangan Asa Bangsa. 

Di sisi lain, daerah pedalaman dan pulau terluar sama sekali belum memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said. (Diva/BT)
Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said. (Diva/BT)

Sejumlah wilayah yang masuk dalam klasifikasi rawan jangkauan 3T tersebut di antaranya Pulau Maratua, Pulau Derawan, serta wilayah pesisir seperti Kecamatan Bidukbiduk.

Selain itu, beberapa kampung pedalaman yang masih terkendala infrastruktur jalan, listrik, dan telekomunikasi, seperti Panaan, Mapulu, Long Sului, Tabalar Ulu, hingga Balikukup juga memerlukan penanganan serupa.

Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, menegaskan, pemerintah daerah siap mengawal dan mendukung penuh akselerasi program prioritas dari pemerintah pusat ini agar jangkauannya kian meluas.

“Untuk program MBG, prinsipnya Pemkab mendukung program pemerintah pusat,” ujar Said saat dikonfirmasi, Sabtu (11/7/2026).

Said sangat berharap pendirian SPPG baru dapat terus dikejar oleh instansi terkait. 

Dengan begitu, distribusi makanan bergizi tidak hanya berpusat di wilayah perkotaan, melainkan mampu menjangkau anak-anak sekolah yang berada di garis perbatasan dan pedalaman Berau.

“Kami berharap dapat dilakukan secara merata ke masyarakat termasuk di daerah 3T,” pungkasnya. (*)