BERAU TERKINI – Pengurus Cabang Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Pengcab Porserosi) Berau mempertimbangkan untuk tidak memberangkatkan atletnya ke Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026.

Padahal, kontingen sepatu roda Berau telah berhasil melewati Babak Kualifikasi (BK) Porprov Kaltim 2026. Ironisnya, perjuangan tersebut dilalui dengan biaya mandiri.

Ketua Harian Pengcab Porserosi Berau, Kara Hansel, mengatakan, lolosnya atlet dari babak kualifikasi belum diikuti dengan kepastian dukungan untuk persiapan menuju Porprov Kaltim 2026.

Menurutnya, hingga kini masih terdapat sejumlah kebutuhan mendasar yang belum mendapatkan kepastian, mulai dari anggaran, peralatan pertandingan, hingga sarana latihan.

WhatsApp Image 2026 09 24 at 07.29.46 e1790214512857

“BK kemarin kami jalani dengan biaya pribadi saya. Atlet kami berangkat dengan kondisi seadanya, tetapi kami tetap berhasil lolos kualifikasi,” ujar Kara saat berdiskusi mengenai program Training Center (TC) di Jakarta International Roller Track Arena (JIRTA), Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Kara mengungkapkan, pihaknya sebelumnya telah berkoordinasi dengan Ketua KONI Berau terkait persiapan menghadapi Porprov Kaltim 2026. 

Namun, dukungan anggaran dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) maupun pemerintah daerah hingga kini masih menjadi persoalan.

Kondisi tersebut membuat Porserosi Berau kesulitan menyusun program persiapan secara maksimal. 

Padahal, peralatan pertandingan dan fasilitas latihan menjadi kebutuhan penting bagi atlet sebelum menghadapi kompetisi.

“Rasanya seperti kami diminta berperang, tetapi tidak diberikan senjata. Sampai hari ini pengadaan alat tanding belum ada. Tempat latihan pun kami belum punya,” tegasnya.

Untuk menjaga kondisi atlet, latihan sementara bahkan dilakukan di luar daerah. 

Kara menyebut, dirinya masih menanggung biaya latihan atlet secara pribadi di Samarinda.

“Untuk sementara, latihan masih saya biayai secara pribadi di Samarinda karena di Berau belum tersedia sarana dan prasarana yang mendukung,” ungkapnya.

Menurut Kara, persoalan tersebut cukup disayangkan mengingat Porserosi Berau memiliki sejumlah atlet dengan rekam jejak prestasi hingga tingkat nasional. 

Bahkan, beberapa di antaranya pernah membawa nama Indonesia pada ajang bergengsi, seperti PON dan Asian Games.

Karena itu, menurutnya, persoalan persiapan bukan hanya menyangkut keberangkatan atlet. 

Dukungan yang memadai juga berkaitan dengan peluang Berau mempertahankan prestasi yang telah diraih pada Porprov Kaltim sebelumnya.

“Bukan kami tidak ingin bertanding. Kami punya atlet dan kami punya prestasi. Tetapi kalau persiapannya seperti ini, target mempertahankan juara umum sudah sangat jauh dari harapan,” kata Kara.

Adapun cabang olahraga di bawah pembinaan Porserosi Berau mencakup sejumlah nomor, yakni sepatu roda speed, freestyle, tangkas/aggressive, serta skateboard.

Kara menegaskan, pertimbangan untuk tidak berangkat bukan karena atlet maupun pengurus tidak memiliki keinginan bertanding. 

Pengcab Porserosi Berau justru ingin memastikan atlet yang diturunkan mendapatkan persiapan layak, sehingga mampu tampil maksimal.

“Kalau kondisi seperti ini terus berlanjut, kemungkinan untuk tidak mengikuti Porprov menjadi pertimbangan kami. Kami tidak ingin atlet berangkat sekadar ikut, tetapi tanpa persiapan yang memadai,” pungkasnya. (*)