TANJUNG REDEB – Bakal calon kepala daerah (bacakada) dari Partai Nasional Demokrat (NasDem), Madri Pani, saat ini realistis mengaku tidak lagi mengincar bakal calon (balon) wakil bupati yang akan menjadi pasangannya dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mendatang.

Bahkan, pria yang juga saat ini masih menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau itu, tidak lagi mencari calon wakil dari kalangan perempuan yang sebelumnya menjadi keinginannya.

Setelah melihat perkembangan politik yang ada, Madri menilai, baik itu dari kalangan perempuan maupun laki-laki memiliki peluang yang sama menjadi calon pendampingnya.

“Saya tidak mungkin memaksakan seseorang yang tidak mau. Jodoh, maut dan rejeki itu takdir Ilahi. Apalagi soal berpasangan. Kita bisa saja mempunyai rencana, tapi kalau takdir tidak menentukan, bagaimana,” papar, Rabu (19/6/2024).

Lebih jauh dikatakannya, yang namanya politik, itu sangat dinamis. Adapun terkait wakil, Madri realistis, karena sementara ini tengah berproses.

Terpenting katanya, selain memiliki hasil survey bagus. Calon pasangannya juga harus mampu bekerja dan menyentuh langsung dengan warga “Bumi Batiwakkal”. Juga memiliki komitmen kuat untuk bersama masyarakat tanpa pandang status.

“Karena bagi saya, raja-diraja itu adalah rakyat. Tanpa masyarakat, pejabat itu tidak ada. Bagi saya, masyarakat itu adalah aset negara. Ini adalah prioritas bagi saya,” terangnya.

Ditegaskannya, dalam menentukan calon wakil, tidak bisa dilakukan gegabah dan terburu-buru. Jangan sampai kata mantan Kepala Kampung Gurimbang 2 periode ini, pemilihan pasangannya menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.

Namun, sambungnya, pihaknya tetap akan segera menentukan pilihan siapa yang akan menjadi pendampingnya. Apalagi, saat ini baru dirinya yang siap “dilayarkan” di Pilkada, karena partai yang mengusungnya (NasDem dan PKB) sudah mencapai 6 kursi yang dipersyaratkan.

Sekadar informasi, di Pemilihan Legeslatif (Pileg) 2024 yang digelar Februari lalu, Madri Pani maju melalui Daerah Pemiliham (Dapil) IV (Sambaliung, Kelay dan Tabalar) meraih angka terbanyak dengan jumlah 5.116 suara.

“Kami akan segera tentukan pilihan tentu berdasarkan hasil survey juga. Tidak bisa serta merta menunjuk seenaknya tanpa ada dasar yang malah dapat merugikan saya juga ke depannya,” bebernya.

Ditanya pendapatnya mengenai figur-figur yang kerap diisukan menjadi pendampingnya, apakah sudah ada pengerucutan nama.

Menurut Madri, semua figur berpotensi menjadi calon pasangannya di Pilkada dan tidak perlu terburu-buru dan tetap pada perencanaan.

“Yang jelas, kita harus bijak dan harus jelas perencanaannya. Kita ini ada saatnya mengejar target dan ada saatnya stop menjemput target,” tekannya. (*)

Reporter : Hendra Irawan

Editor : s4h