BERAU TERKINI – Bupati Berau tak mempersoalkan latar belakang pendidikan dengan bidang jabatan usai melantik kepala dinas.
Bupati Berau resmi melantik 5 orang pejabat tinggi pratama dilingkungan Pemkab Berau. Ada yang menarik dari 5 pejabat yang dilantik tersebut.
Satu dari lima orang yang dilantik memiliki latar belakang apoteker, namun dilantik sebagai Kepala Dinas Pangan Berau.
Dia adalah Arif Rudi Hermawan, yang sebelumnya menjabat Kabid Penunjang Rumah Sakit di RSUD dr. Abdul Rivai, kini dipercaya menjabat sebagai Kepala Dinas Pangan.
Meski begitu, latar belakang pendidikan yang tidak linier dengan jabatan yang diduduki bukan menjadi penghalang bagi seorang pejabat untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Bupati Berau, Sri Juniarsih menilai, setiap pejabat memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan melalui proses belajar, koordinasi, dan komunikasi lintas sektor.

“Latar belakang pendidikan tersebut bukan menjadi persoalan dalam menjalankan tugas sebagai kepala perangkat daerah,” ucap Sri Juniarsih.
Justru, kata dia, pengetahuan di bidang kesehatan dinilai dapat menjadi bekal tersendiri, terutama dalam memahami pentingnya asupan dan konsumsi pangan bagi masyarakat.
“Justru bagus, dia orang kesehatan. Dia memahami apa yang harus dimakan dan dikonsumsi oleh masyarakat Berau. Saya rasa tidak ada masalah,” tegasnya pada berauterkini.co.id
Ia juga menyebut, penempatan pejabat tidak semata-mata dilihat dari kesesuaian latar belakang pendidikan dengan bidang OPD yang dipimpin.
Hal terpenting adalah kemampuan pejabat tersebut untuk beradaptasi, terus meningkatkan kapasitas diri, serta membangun koordinasi yang baik.
Sri Juniarsih meminta kepala dinas yang baru dilantik agar memperkuat komunikasi dan koordinasi, baik secara vertikal maupun horizontal.
Termasuk menjalin kerja sama lintas OPD agar pelaksanaan program dapat berjalan optimal.
“Yang penting harus banyak koordinasi, memperkaya dan mengupgrade kemampuan, serta banyak komunikasi ke bawah, lintas vertikal dan lintas horizontal. Semua kemampuan itu bisa di-upgrade,” tegasnya.
Menurutnya, setiap pejabat memiliki kesempatan untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi dalam menjalankan amanah jabatan.
Karena itu, kemauan untuk belajar dan menghasilkan kinerja terbaik menjadi hal yang lebih penting.
Ia menilai, persoalan justru muncul apabila seorang pejabat memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidang tugasnya, tetapi tidak mampu menunjukkan kinerja dan memberikan hasil terbaik bagi masyarakat.
“Yang menjadi masalah itu ketika dia memiliki basic di bidangnya, tetapi tidak mampu berbuat dan menghasilkan yang terbaik. Itu yang masalah,” pungkasnya.
