BERAU TERKINI – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tengah mengintai aktivitas masyarakat di berbagai sektor di Kabupaten Berau, termasuk penerbangan.
Asap tebal dari karhutla berpotensi memangkas jarak pandang yang berujung pada risiko keterlambatan hingga pembatalan jadwal penerbangan.
Meski demikian, aktivitas penerbangan di Kabupaten Berau saat ini dinilai masih berjalan normal tanpa hambatan.
Kepala Bandara Kalimarau Berau, Patah Atabri, menegaskan, sebaran asap karhutla sejauh ini belum mengganggu navigasi penerbangan, baik untuk proses lepas landas maupun pendaratan.
“Untuk sementara jarak pandang di Bandara Kalimarau masih aman untuk pergerakan pesawat yang take off dan landing,” ujarnya kepada Berauterkini, Rabu (12/8/2026).
Guna memastikan keselamatan penerbangan tetap terjaga, pengelola bandara menjalin komunikasi intensif bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat untuk memantau dinamika cuaca harian.
“Kami koordinasi intens dengan BMKG Bandara Kalimarau,” singkatnya.
Langkah antisipasi juga disiagakan langsung di area sekitar bandara.
Petugas secara berkala mengawasi potensi titik api di wilayah terdekat, sembari menyiagakan armada pemadam kebakaran bandara yang siap diterjunkan sewaktu-waktu.
“Memonitor dan mencegah kebakaran di sekitaran bandara dengan stand by kendaraan pemadam kebakaran Bandara Kalimarau,” tuturnya. (*)
