BERAU TERKINI – Pemkab Berau akan mengaktifkan fungsi pengawasan tim Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam melakukan verifikasi ulang 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Berau.

Agenda tersebut merupakan tindaklanjut dari surat edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, pihaknya juga akan melakukan verifikasi ulang terhadap 14 SPPG di Berau.

Ketua Tim Satuan Tugas (Satgas) Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Berau, Muhammad Said, mengatakan sejak tahun lalu pemerintah telah membentuk tim satgas untuk melakukan koordinasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program.

Ia menjelaskan masih terdapat SPPG yang telah berjalan meskipun pemenuhan persyaratan administrasinya masih perlu dipastikan kembali.

“Agenda ini akan dilakukan bertahap,” ucapnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyatakan bila program MBG tak bisa diorientasikan dalam memenuhi kepentingan bisnis pemilik SPPG.

Sebab program tersebut harus tetap berdiri dengan tujuan mulianya, yakni mendukung pemenuhan gizi dan mencerdaskan generasi bangsa.

Ia menambahkan saat ini terdapat sebanyak 17 SPPG di Berau. Dimana tiga diantaranya belum beroperasi, sehingga hanya 14 SPPG saja yang ini aktif beroperasi.

Dalam laporannya, terdapat dua kawasan yang saat ini belum memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun. Diantaranya, SPPG di kawasan Limunjan Sambaliung dan Perumahan Korpri belum dimanfaatkan.

“Ini perlu ditinjau ulang,” katanya.

Setiap pengelola ditegaskan untuk selalu memperhatikan kualitas bahan pangan, kebersihan peralatan makan, serta variasi menu yang diberikan kepada penerima manfaat.

Ia menilai masih terdapat menu MBG yang belum sesuai dengan harapan dan menjadi perhatian serius seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pengelola SPPG hingga instansi yang bertugas melakukan pengawasan.

Murid baru SDN 007 Tanjung Redeb saat menyantap menu MBG didampingi orang tuanya, Senin (13/7/2026). (Adrikni/BT)
Murid baru SDN 007 Tanjung Redeb saat menyantap menu MBG didampingi orang tuanya, Senin (13/7/2026). (Adrikni/BT)

Ia menginginkan program MBG ini memiliki kualitas gizi yang baik dan sesuai dengan porsinya masing-masing.

“Porsinya itu jangan terlalu sedikit, kemudian menu-menunya yang menarik karena kita mengedepankan anak-anak bangsa ya tentu semuanya harus diberikan makanan yang terbaik,” ungkapnya .

Ia menegaskan agar jangan sampai ada oknum yang menjadikan program ini sebagai ladang bisnis, melainkan semua pihak harus memberikan makanan bergizi terbaik bagi anak-anak.

Semua usaha yang dilakukan tentunya memberikan yang terbaik untuk anak-anak masa depan bangsa, maka ketika diberikan makanan dengan menu seadanya mereka tentu akan menolak.

“Itu kan kembali buat anak-anak juga, ketika mereka dikasih makan seadanya mereka enggak mau makan nah itu lah jadinya banyak makanan yang mubazir. Itu tadi nama logonya tolak boros makanan,” ujarnya.

“Salah satu pengalaman-pengalaman yang saya lihat untuk dikoreksi kembali dan dapat diperbaiki untuk di Berau mungkin kita bisa lebih sempurna ya karena kita sumber daya alam laut sangat luar biasa,” tutupnya.

Ia berpesan kepada instansi terkait salah satunya Dinas Pangan agar menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.

Pun pihak sekolah juga memiliki tanggung jawab penuh untuk memperhatikan makanan yang diterima dan dikonsumsi anak-anak murid di setiap sekolah.