BERAU TERKINI — Kabupaten Berau saat ini tengah berada dalam periode pancaroba atau masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau memprediksi awal musim hujan akan berlangsung secara bertahap mulai akhir Oktober hingga pertengahan November 2026.

Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, menjelaskan, curah hujan saat ini belum merata di seluruh wilayah dan masih berintensitas ringan hingga sedang.

“Saat ini curah hujan yang turun belum merata di seluruh wilayah Berau dengan intensitas ringan sampai sedang. Saat ini masih dalam periode pancaroba atau transisi dari musim kemarau ke musim hujan,” ungkapnya kepada Berauterkini, Jumat (30/10/2026).

Hujan yang mengguyur wilayah Tanjung Redeb beberapa waktu lalu.
Hujan yang mengguyur wilayah Tanjung Redeb beberapa waktu lalu.

Prakiraan BMKG mencatat awal musim hujan dimulai pada akhir Oktober (Dasarian III) di sebagian kecil wilayah utara Kecamatan Kelay. 

Memasuki awal November (Dasarian I), hujan mulai mengguyur Pulau Derawan, Maratua, Tabalar, serta sebagian Tanjung Redeb, Gunung Tabur, dan Sambaliung. 

Sementara pada pertengahan November (Dasarian II), giliran wilayah Teluk Bayur, Biatan, Talisayan, Batu Putih, hingga Bidukbiduk yang memasuki musim hujan.

Khusus untuk sebagian besar wilayah Segah dan Kelay yang tergolong ZOM Monsunal-1, Ade menyebut daerah tersebut memiliki karakteristik musim hujan sepanjang tahun berdasarkan historis data curah hujan setempat.

Menghadapi perubahan cuaca ekstrem di masa transisi ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar demi mencegah timbulnya penyakit, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Antisipasi penyakit pada periode pancaroba dengan menguras penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, karena pada periode ini waktu perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti,” imbaunya.

Masyarakat juga diminta selalu menyiapkan perlengkapan hujan seperti payung atau jas hujan saat beraktivitas di luar rumah serta memastikan saluran drainase di lingkungan permukiman tetap bersih dan lancar. (*)